Kerumunan Massa di Acara Pernikahan Putri HRS, Wakil Gubernur DKI: Semoga yang Terakhir
Suasana persiapan di kediaman Habib Rizieq (Kadek/detikcom)

Kerumunan Massa di Acara Pernikahan Putri HRS, Wakil Gubernur DKI: Semoga yang Terakhir

IDTODAY.CO – Habib Rizieq Shihab gelar acara resepsi pernikahan putrinya dan sekaligus maulid Nabi Muhammad di Petamburan, Jakarta Pusat tadi malam. Tampak jamaah di acara tersebut berkerumun tanpa menjaga jarak. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap kerumunan ini menjadi yang terakhir terjadi di masa PSBB transisi.

“Kita harapkan ini adalah kejadian yang terakhir di Jakarta. Kami sudah meminta juga para habib, para ulama, tokoh agama, ustaz, pimpinan majelis taklim dan sebagainya agar maulid yang dilaksanakan itu karena maulid itu dalam rangka menyempurnakan akhlak ya,” kata Riza Patria saat dihubungi detikcom, Minggu (15/11). Sebagaimana diketahui bahwa detik.com (15/11/2020).

Dia mengatakan,  sejatinya para jemaah dalam acara maulid Nabi Muhammad SAW bisa turut meneladani sifat nabi dengan menyempurnakan akhlak. Menurut Riza, dalam konteks penyempurnaan akhlak itu, para jemaah bisa menggunakan berbagai cara salah satunya patuh dan taat pada protokol kesehatan.

“Rasulullah hadir di muka bumi tugasnya adalah membantu menyempurnakan akhlak ya, mudah-mudahan kita semua jemaah, warga, bisa memberikan teladan dengan melaksanakan apa yang menjadi tugas daripada Rasulullah, bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah ya. Mari kita sempurnakan akhlak kita dengan cara apa?,” kata Ariza.

“Dengan cara di masa pandemi ini dengan cara patuh dan taat pada protokol kesehatan, meningkatkan kebersihan, meningkatkan kesehatan kita, kekebalan tubuh dan sebagainya, itu cara kita,” sambungnya.

Baca Juga:  Polisi Sambangi Habib Rizieq Karena Sakit, Ada Apa?

Riza berharap agar acara yang mengundang banyak massa tidak dilakukan. Dia menyebut pihak penyelenggara bisa menggunakan cara alternatif di masa pandemi dengan menggelar secara daring.

“Kemudian juga kegiatan-kegiatan maulid juga kita minta tidak lagi dilaksanakan dengan cara menghadirkan jemaah sebanyak mungkin. Jadi ukuran keberhasilan kita melaksanakan maulid bukan dari jumlah jemaah yang hadir tapi sejauh mana jemaah bisa meneladani Rasulullah SAW itu ukurannya dan dapat dilakukan secara daring atau zoom atau online secara virtual,” ungkapnya.[detik/aks/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.