Polda Metro Jaya: Kita Tidak Izinkan Demo Karena PSBB Jakarta

Polda Metro Jaya: Kita Tidak Izinkan Demo Karena PSBB Jakarta
Buruh dari wilayah Tangerang Raya memblokade jalan-jalan utama di Kota Tangerang usai mereka dilarang pihak Kepolisian dan TNI saat akan pergi ke DPR untuk menggelar aksi menolak UU Omnibuslaw, Senin, 5 Oktober 2020. (Foto: Beritasatu Photo)

IDTODAY.CO – Polda Metro Jaya dengan tegas mengatakan bahwa akan membubarkan keramaian yang ditimbulkan dari aksi unjuk rasa buruh karena situasi darurat pandemi covid 19.

Menegaskan tidak akan memberikan izin terhadap aksi demo tersebut karena bertentangan dengan kondisi PSBB di Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Izin keramaiannya tidak kita berikan kepada para pendemo karena situasi Covid-19 ini dengan kondisi PSBB Jakarta, sehingga tidak diberikan izin untuk mengemukakan pendapat di muka umum, khususnya di depan DPR, hari ini. Izin keramaian tidak kita berikan. Sekarang kita imbau kita mengharapkan agar mereka mengerti pandemi Covid-19 ini makin tinggi di Jakarta. Jangan jadi klaster baru,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, sebagaimana dikutip dari RMOL,Senin (5/10/2020).

Yusri mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan imbauan tersebut pada serikat Pekerja untuk tidak menggelar aksi unjuk rasa. demikian juga pihak kepolisian di daerah akan melakukan antisipasi supaya massa tidak membludak dan membanjiri ibukota.

“Kita sudah imbau, preemtif kita kedepankan. Kita sudah imbau kepada serikat-serikat buruh pekerja yang ada, kita sudah imbau supaya tidak usah melaksanakan. Di masing-masih wilayah juga kita telah sampaikan di wilayah-wilayah yang mau berangkat kita bubarkan, kita sampaikan supaya mereka tidak datang ke sini,” terangnya.

Bahkan, Yusri menegaskan akan membubarkan massa pendemo apabila membuat kerumunan dan akan dihimbau untuk pulang.

“Diimbau secara persuasif humanis untuk kita pulangkan kepada mereka semua supaya tidak usah demo. Itu imbauan. Situasi sekarang ini sudah darurat kesehatan di Jakarta jangan lagi menambah klaster baru. Kita sudah lakukan imbauan sebagai preemtif dan preventif kita lakukan patroli, ketemu mereka semua kita minta pulang mereka,” terangnya.[rmol/brz/nu]

Pos terkait