Sandi Pantau Perkembangan Ibu Kota, Ketertiban Masyarakat Tidak Cukup Mencegah Penyebaran Corona

Sandiaga Uno 2
Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Bisnis.com)

IDTODAY.CO – Sandiaga Uno, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta nampaknya memperhatikan terus perkembangan ibu kota Jakarta dalam upaya pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk menangkal penyebaran virus Corona.

Beliau mengapresiasi terhadap kesadaran warga ibukota yang mulai terlihat tertib. Penilaian itu berdasarkan penurunan drastis pengguna kereta api dan pejalan kaki yang ada di Jakarta.

“Saya memperhatikan bagian transportasi di Jakarta. Jumlah pejalan dan pengguna kereta api menurun. Dari 1,1 juta orang per hari hingga sekarang hanya di bawah 200 ribu orang. Artinya, sekitar 80 persen penduduk mendengarkan keputusan pemerintah agar mereka tetap tinggal di rumah,” ujar Sandiaga dalam wawancara sebuah tayangan televisi, Hot Indonesia sebagaimana dikutip dari Rmol.id (30/3/2020)

Baca Juga:  Sebanyak 33 Orang Diduga Anarko dari Lokasi Demo di Patung Kuda Diamankan Polisi

Akan tetapi, kesadaran masyarakat untuk tertib melaksanakan sosial distancing belum sejalan dengan penurunan kasus suspek di Indonesia. Selama beberapa hari terakhir jumlah kasus Corona masih saja bertambah.

“Jumlah kasus terus meningkat. Saya baru saja  menerima bentuk dari fakultas kesehatan negeri dari Universitas Indonesia serta bentuk statistik yang pada intinya memastikan puncak peningkatan kasus di Indonesia akan terjadi di akhir bulan April atau awal bulan Mei. Maka intinya tidak sejalan sengan perintah pemerintah yang mengatakan status darurat akan terjadi pada akhir bulan Mei,” terang sandiaga.

Baca Juga:  Soal Pertemuan Anies-Habib Rizieq, DPRD DKI: Jangan Dipersoalkan!

Sandy yakin presiden Joko Widodo sedang mempertimbangkan berbagai opsi lanjutan termasuk juga kemungkinan melakukan karantina wilayah sebagaimana sudah dilakukan oleh banyak negara lainnya.

“Beberapa pasar tradisional sudah tutup. Beberapa pasar basah juga mengurangi operasional mereka, dan saya rasa tingkat kesadaran penduduk sudah meningkat,” tambah Sandi.

Di sisi lain, terdengar keluhan dari pekerja di baris depan para petugas medis. Mereka kekurangan pasokan alat perlindungan seiring dengan jumlah kasus yang terus meningkat.

Baca Juga:  Anies Baswedan Pastikan Tidak Ada Kebijakan Pelonggaran PSBB Di Jakarta

Pada pemberitaan lainnya, kisah miris tentang tim medis yang menangani pasien Corona yang terus bertambah setiap hari membuat kelengkapan medis tidak cukup memadai.

“Intinya tim medis memastikan semakin banyak orang yang dirawat mereka tidak lagi mendapatkan alat pelindung yang pantas. Mereka juga mencari penggantinya. Banyak perawat yang menggunakan plasik, dan itu harus menjadi perhatian dan empati bagi kita,” tegas Sandi.

Pada sisi ini kebijakan presiden Jokowi sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Sandi yakin presiden Jokowi menyiapkan opsi terbaik sesuai saran dan masukan dari Tim ahli dan masyarakat.[rmol/br]