Aa Gym: Kenikmatan Bisa Jadi Ujian Paling Berbahaya

Pengasuh Ponpes Daarut Tauhiid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Foto/Ist

IDTODAY.CO – Pengasuh Ponpes Daarut Tauhiid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengingatkan bahwa ujian bukan hanya bersifat sesuatu yang membuat sedih semata. Bisa saja, ujian malah berubah kesenangan dan kabar bahagia.

“Ujian itu tidak hanya kejadian yang bersifat musibah semata.Kemudahan, kesenangan atau kegembiraan juga merupakan ujian. Selama ini kita menganggap bahwa ujian yang membahayakan bagi kita adalah ujian yang susah susah, yang pahit-pahit, seperti disakiti orang lain, ditipu orang lain, susah jodoh, sakit, dan lain sebagainya,” urai Aa Gym sebagaimana dikutip dari Buku Ujian Kemudahan dan Kesulitan, Menafakuri Ujian Mendekatkan Diri Pada Allah karya Aa Gym.

Baca Juga: Kasihan, Seorang Bocah Bersandar di Lampu Lalu Lintas Sambil Pakai Maskot

lagi mengatakan bahwa manusia lebih cenderung Melihat hujan itu sebagai sesuatu yang berbahaya dan menghiraukan kesenangan yang diterimanya.

“Kita banyak menganggap ujian yang berbahaya itu adalah ujian yang tidak enak. Padahal banyak orang yang menghadapi ujian-ujian semacam ini tapi dia mampu menghadapi, mengemas, dan membuatnya untuk lebih dekat dengan Allah,” imbuhnya.

“Kita jarang menganggap naik pangkat itu ujian. Kita jarang menganggap memiliki paras dan postur menawan itu ujian. Kita jarang menganggap bisa membeli mobil itu ujian. Kita jarang menganggap anak lulus jadi sarjana itu ujian. Kita sering menganggap bahwa dihina itu ujian, tapi kita jarang menganggap dipuji itu ujian yang lebih berat,” tegas Aa Gym.

Allah berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al-Anbiya (21): 35)

Baca Juga: Meski Lahir Dengan Kepala Terbalik, Pria Ini Mampu Meraih Kesuksesan

Lebih lanjut, lagi menegaskan bahwa ujian paling berbahaya adalah adanya suatu yang menjadi penyebab mudah untuk melupakan Allah.

“Ujian paling berbahaya adalah ujian yang paling rentan membuat kita lupa kepada Allah Ta’ala yang membuat kita lalai untuk mengingat Allah. Ketika dipuji, disanjung, biasanya kita akan merasa senang dan mudah terbuai dalam merdunya pujian itu,” lanjut As Gym.

menurutnya manusia memang memiliki naluri yang lebih senang mendapatkan pujian daripada cacian. Padahal sebenarnya pujian yang sesungguhnya adalah yang datangnya dari Allah dan menjadi penyebab datangnya kesenangan dunia dan akhirat.

“Secara naluri, manusia memang senang dipuji. Seharusnya kita hanya merasa senang dipuji oleh Zat Yang Mahatahu siapa diri kita sebenarnya. Bukan senang dipuji oleh yang tidak mengetahui apa-apa tentang diri kita,” urai Aa Gym.

Baca Juga: Kasihan, Seorang Bocah Bersandar di Lampu Lalu Lintas Sambil Pakai Maskot

Pos terkait