Ade Armando Minta Maaf kepada PP Muhammadiyah

Ade Armando
Ade Armando usai diminta keterangan penyidik Polda metro Jaya terkait laporan Angota DPD RI Fahira Idris soal meme Anies Joker. Rabu (20/11/2019). Foto: Firdausi/PojokSatu.id

Ade Armando menyampaikan permintaan maaf yang ditujukan kepada PP Muhammdiyah terkait pernyataannya yang menyebut persyarikatan tersebut.

Hal itu disampaikan Ade Armando melalui akun Facebook miliknya dilengkapi klarifikasi, Senin (1/6/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Dalam klarifikasinya, Ade menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tak menuduh Mahutama dan KJI berinisiatif menggulingkan Presiden.

Ade menyatakan, ia hanya menyatakan bahwa isu pemakzulan presiden digulirkan Muhammadiyah.

Hal itu mengingat Mahutama menggunakan kata ‘Muhammadiyah’ dalam nama resminya.

“Tapi kembali saya tekankan, saya tidak menuduh Mahutama berinisiatif menggulingkan Presiden,” ujarnya.

“Yang dilakukan Mahutama adalah menggulirkan isu pemakzulan Presiden. Dua hal tersebut jelas berbeda,” tekan dia.

Ia kemudian mengutip pernyataan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas yang disebut menyesalkan pengunaan nama ‘Muhammadiyah’ dalam penyelenggaran webinar tersebut.

Bahkan, Anwar Abbas disebut tidak mengetahui bahwa acara itu menyematkan nama persyarikatan yang dinilai bisa merurak nama baik dan mempersulit posisi Muhammdiyah.

Anwar Abbas juga disebut mengimbau penyelenggara diskusi agar tak menyeret Muhammdiyah ke ranah politik.

Atas hal itu, Ade menyimpulkan webinar tersebut tidak mendapat persetujuan untuk menggunakan nama Muhammadiyah.

“Terkait dengan klarifikasi Anwar, saya merasa perlu menyampaikan permintaan maaf kepada PP Muhammadiyah karena saya tidak memperoleh informasi bahwa sebenarnya kegiatan Mahutama tanpa seizin PP Muhammadiyah,” katanya.

Sebaliknya, Ade mengaku heran mengapa Mahutama gegabah menggelar acara yang malah bisa merusak nama baik Muhammdiyah.

“Tapi saya lega bahwa PP Muhammadiyah menolak acara tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, Ade Armando membuat pernyataan dengan menyebut ormas Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan kepada Presiden Jokowi.

Ade juga menyertakan pamflet diskusi webinar nasional bertajuk ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19’.

“Isu pemakzulan presiden digulirkan Muhammadiyah,” tulis Ade Armando.

“Keynote speaker-nya Din Syamsuddin, si dungu yang bilang konser virtual corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” lanjut Ade.

Atas pernyataan itu, Ade lantas disomasi Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah.

Ia dituntut untuk mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf.

Baik di lima media masing-masing platform maupun di akun-akun media sosial pribadi miliknya.

Sumber: pojoksatu

Pos terkait