Airlangga Hartarto Prediksi Peningkatan Ekonomi130 miliar dolar AS Pada 2025

Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.(Foto: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

IDTODAY.CO – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa undang-undang Cipta kerja akan memberikan pelayanan istimewa bagi para buruh. Yakni, para buruh akan tetap mendapatkan jaminan apabila mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Padahal, sejak zaman Belanda sekalipun belum pernah ada sejarah terkait jaminan bagi para buruh sebagaimana tertuang dalam undang-undang tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pekerja harus memikirkan produktivitas, jangan memikirkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), itu tidak tepat. Jadi selama perusahaan ini positif membawa keuntungan, pekerja juga akan lebih berpikir mengenai upah, baik Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/ Kota,” papar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia (17/10/2020).

Saat ini, asumsi-asumsi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana bekerja dulu. “PHK itu adalah langkah terakhir. Buruh tidak suka PHK, dan pengusaha juga tidak suka PHK. Karena PHK terjadi kalau perusahaan itu rugi atau bangkrut,” kata Airlangga.

Demikian juga, UU Cipta kerja memberikan peluang untuk pemerintah berperan lebih terhadap para buruh melalui JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Bahkan Apabila terjadi PHK apa berita akan tetap memberikan berbagai macam pelatihan untuk memberikan akses untuk mencari pekerjaan lain.

Apabila belum mendapatkan pekerjaan, akan mendapatkan bantuan gaji selama enam bulan yang dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Formatnya adalah asuransi.

“Ini yang belum pernah terjadi. Sebelumnya hanya ada jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan hari tua,” tegas Airlangga Hartarto.

Airlangga kemudian menegaskan bahwa cinta kerja diprediksikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

 “Kalau pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 5-5,5 persen maka 2,5 juta masyarakat bisa memperoleh lapangan kerja,” urai Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa digitalisasi akan terus digalakkan pemerintah untuk mengimbangi perkembangan teknologi.

“Digitalisasi di Indonesia pada tahun 2025 bisa mencapai 130 miliar dolar AS ( sekitar 1914 triliun rupiah). Tentu ini bisa menjadi pengungkit APBN,” tandas Airlangga.[cnbcindonesia/brz/nu]

Pos terkait