Analis: Mungkin Luhut Perlu Diingatkan Ada Jutaan Anak Muda Ibu Pertiwi Ini Menganggur

  • Whatsapp
Analis: Mungkin Luhut Perlu Diingatkan Ada Jutaan Anak Muda Ibu Pertiwi Ini Menganggur
Analis politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/RMOL

IDTODAY.CO – Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mempertanyakan kengototan pemerintah untuk tetap mendatangkan ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Konawe, Sulawesi Tenggara di tengah gelombang protes yang disampaikan berbagai pihak.

Seakan abai dengan sorotan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) akan tetap mendatangkan TKA pada bulan Juni besok

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Pandu Riono Minta Jika Ada Jemaah Habib Rizieq Positif Corona, Tracing Harus Masif

“Jika LBP mengatakan 500 TKA asal China akan tetap masuk ke Indonesia pada bulan Juni-Juli 2020 karena tenaga dan keahlian mereka sangat dibutuhkan, kita semua patut bertanya, tenaga dan keahlian mereka itu seperti apa dan kebutuhannya seperti apa?” kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun sebagaimana dikutip dari Rmol.id (11/5).

Pertanyaan tersebut dilontarkan atas dasar fakta banyaknya sumber daya manusia yang belum terserap sebagai tenaga kerja ditengah gelombang kedatangan pekerja asing.

Baca Juga:  Wapres Maruf Amin Minta Maaf Karena Sulit Tangani Covid-19, Natalius Pigai: Jokowi Sudah Tidak Mampu Pimpin Indonesia

“Mungkin LBP ini perlu diingatkan bahwa ada jutaan anak muda Ibu pertiwi ini menganggur, ada jutaan buruh di Indonesia di-PHK. Apakah tidak ada di antara mereka untuk memenuhi 500 orang tersebut?”tanya Ubedilah.

Bahkan, menurut Ubedillah, aneka tangan pemerintah mendatangkan TKA China berarti pemerintah telah mengabaikan keselamatan rakyat dari penyebaran virus Corona.

“Di saat yang sama LBP sepertinya sangat mengabaikan potensi penyebaran kembali Covid-19 dari negeri tirai bambu itu,” tandasnya.[Brz]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.