Anggota DPR: Pertanyakan Kehadiran Negara Dalam Kasus Perbudakan WNI Di Kapal China

Anggota DPR: Pertanyakan Kehadiran Negara Dalam Kasus Perbudakan WNI Di Kapal China
Nasir Djamil (Foto: Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

IDTODAY.CO – Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil mengatakan bahwa kasus meninggalnya tiga ABK WNI di kapal China dan jenazahnya di larungkan ke laut, seolah menunjukkan anomali bahwa Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

“Kasus tewasnya 3 ABK WNI di Kapal China yang kemudian jenazahnya dibuang ke laut, menjelaskan kepada dunia bahwa sebagai sebuah negara yang berdaulat Indonesia, tidak hadir dan tak mampu memuliakan warga negaranya sendiri,” kata Nasir sebagaimana dikutip dari Rmol.id (9/5/2020).

Bacaan Lainnya

M. Nasir sangat menyayangkan tragedi tersebut dari perhatian negara padahal melibatkan WNI yang bekerja di luar negeri.

“Padahal, mereka bekerja di kapal China itu, bisa jadi karena tidak mendapat pekerjaan di negerinya sendiri,” geram Legislator PKS asal Aceh itu

Nasir kemudian mempertanyakan kehadiran negara melalui kementerian terkait dalam penanganan kasus memalukan tersebut

“Pertanyaanya kemana negara? Kok jenazah mereka dibuang ke laut? Di mana kementerian terkait yang seharusnya bertanggungjawab dengan mereka? Apa negara ini tidak memikirkan bahwa ABK itu memiliki keluarga? Bagaimana sedihnya perasaan keluarga saat mereka mengetahui anaknya atau suaminya atau ayahnya dibuang ke laut?” terangnya.

Kemudian, Nasir Djamil menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan tamparan keras dari negara pemilik kapal berbendera China, Long Xin 629 dan Long Xin 604 itu.

“Ketidakhadiran negara adalah bentuk pelecehan terhadap Indonesia,” tandasnya.[Brz]

Pos terkait