Bamsoet Desak Pemerintah Kaji Secara Mendalam Wacana New Normal

  • Whatsapp
Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo terpilih menutup sidang sidang usai pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). tirto.id/Andrey Gromico

IDTODAY.CO – Wacana pemerintah untuk membawa Indonesia pada era kehidupan yang baru atau new normal sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 mendapatkan komentar dari sejumlah kalangan.

Di antaranya dari Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurutnya,  pemerintah perlu mengkaji wacana tersebut secara mendalam dengan mendasarkan pada fakta di lapangan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  AHY Digadang Menteri Investasi, Demokrat Tegaskan Berada Di Luar Pemerintahan

Akan tetapi, Bamsoet mendorong pemerintah untuk terlebih dahulu memfokuskan perhatian pada upaya penanganan virus Corona.

“Mendorong pemerintah memahami dampak positif dan negatif, serta melihat pentingnya kesiapan kementerian/lembaga dan seluruh komponen masyarakat terhadap situasi nasional akibat pandemi Covid-19 ini,” kata Bamsoet dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Okezone.com (20/5/2020).

Demikian juga, Ia meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah yang ada penyebaran corona.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Prediksi Pariwisata Indonesia Bangkit Paruh Kedua Tahun Ini

“Sehingga dapat diketahui dan dijadikan pertimbangan bagaimana tingkat kedisiplinan masyarakat di setiap daerah dalam menerapkan PSBB,” sambungnya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk membuat cetak biru serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas bagi tatanan ‘Normal Baru’ atau standar baru dalam kebijkaan new normal.

“Agar kebijakan tersebut tidak membingungkan masyarakat, termasuk dalam bekerja ataupun aktivitas lainnya,” pungkas Politisi Golkar itu.[Brz]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.