Belum Krisis, Komisi XI DPR: Pinjaman Pada IMF dan World Bank Bisa Membahayakan Indonesia

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan (Foto: Tribunnews)

IDTODAY.CO – Kebijakan dari menteri keuangan untuk meminjam dana besar dari Bank dunia dalam rangka penanganan virus Corona di Indonesia mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak.

Diantaranya adalah Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan yang meminta pemerintah untuk tidak menambah hutang ke bank dunia atau IMF. Dia mengingatkan bahwa situasi Indonesia masih stabil dan belum sampai tahap krisis yang membahayakan.

“Ingat, ini belum krisis. Kita menghadapi situasi awal. Situasi awal ini butuh kebijakan antisipasi. Jangan dikit-dikit utang ke World Bank atau ke IMF. Gunakan daya tahan fiskal yang dibangun dari sistem keuangan negara yang dibangun selama ini,” ucap Heri Gunawan sebagaimana dikutip dari Jpnn.com, (28/3/2020).

Baca Juga:  Susi Nyatakan Tidak Setuju Dengan Penggunaan Eks Kapal Asing Hingga Cantrang

Sejak diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu, korban wabah Corona terus mengalami peningkatan yang signifikan dari hari ke hari.

Harry Gunawan mangakui keganasan corona telah menyebabkan perekonomian kacau balau. Nilai tukar rupiah dan indeks IHSG turun drastis menjadi 2 indikator utama. Sayangnya, situasi tersebut malah dihadapi Otoritas fiskal dan moneter dengan gagap. .

Akan tetapi, situasi keuangan yang tidak karuan seperti itu karena adanya stimulus dari pemerintah Amerika serikat yang berbanding terbalik dengan upaya yang dilakukan oleh Indonesia.

“Langkah heroik yang ditempuh Amerika Serikat berbanding terbalik dengan yang terjadi di Indonesia. Menghadapi corona ternyata membuat Menteri Keuangan Terbaik di dunia Sri Mulyani kalang kabut. Bahkan terkesan ada aji mumpung memanfaatkan momentum corona untuk meminjam ke IMF dan Bank Dunia,” sambung politisi Gerindra itu.

Baca Juga:  Mendagri: Birokrat Harus Berpikir scientis, Bukan Untung-untungan

Sebagaimana diinformasikan, dana 1 triliun dollar AS telah disiapkan IMF bagi  negara-negara anggotanya yang tertimpa virus corona. Sedangkan  Bank Dunia menyediakan dana 14 miiliar dolla AS untuk paket pembiayaan jalur cepat bagi negara yang juga menghadapi pandemi global itu.

Namun politikus yang beken disapa dengan panggilan Hergun ini mengingatkan bahaya pinjaman tersebut.

Akan tetapi menurut Heri, pinjaman tersebut tetap memiliki risiko yang besar di kemudian hari.

“Langkah Sri Mulyani yang akan meminjam ke IMF dan Bank Dunia sangat membahayakan Indonesia. IMF terbukti telah mengintervensi kebijakan ekonomi Indonesia saat memberi pinjaman untuk mengatasi krisis ekonomi 1997/1998. Resep ala IMF makin menjerumuskan Indonesia pada jurang keterpurukan yang makin dalam,” tegas Heri.

Baca Juga:  Mungkinkah Megawati Restui Ganjar Maju Pilpres 2024?

Pihaknya menyebutkan, sejatinya bila tanpa IMF dampak krisis ekonomi 1997/1998 diprediksi hanya menyebabkan pertumbuhan ekonomi turun ke level 0 persen. Tetapi karena mengikuti resep IMF angkanya amblas hingga minus 13,6 persen.

Heri Gunawan menyebutkan, IMF telah membuat perekonomian Indonesia minus 13,6% pada 1997/1998. padahal seandainya tidak mengikuti IMF pertumbuhan ekonomi hanya akan turun ke level 0 persen saja.

“Akankah kesalahan tersebut mau diulang kembali? Menteri Keuangan jangan dulu menggunakan bantuan IMF Dan World Bank untuk menanggulangi Covid19,” sambung nya. Heri Gunawan menegaskan, Indonesia saat ini sedang bebas dari ketergantungan pada IMF dan Bank dunia. menurutnya hal tersebut menjadi kunci kemandirian Indonesia di bidang politik dan kebijakan ekonomi.[jpnn/br]