BEM UI Minta Menteri LHK Dicopot, Aktivis Bengkalis Ungkap Fakta Ini

BEM UI Minta Menteri LHK Dicopot, Aktivis Bengkalis Ungkap Fakta Ini
Presiden Jokowi menanam mangrove di Bengkalis, 28 September 2021 (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

IDTODAY.CO – Solihin, aktivis lingkungan Bengkalis, Riau, menepis permintaan Badan Eksekutif Mahasis (BEM) Universitas Indonesia agar Presiden Jokowi mencopot Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Bagi dia dan para pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan, kiprah Siti sangat nyata keberpihakannnya dalam membenahi masalah lingkungan di desanya.
“Bertahun-tahun kerusakan lingkungan hidup akibat abrasi dan kebakaran hutan selalu kami rasakan.

Sejak tahun lalu desa kami mulai pulih berkat program rehabilitasi yang diprakarsai Ibu Menteri,” tulis Solihin dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke detikcom, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga:  BBM Tak Kunjung Turun, PKS: Rakyat Tengah Mensubsidi Operasional Pertamina

Sekitar 10 juta bibit mangrove ditanam secara bertahap di pesisir pantai pulau tempatnya tinggal. Ratusan warga kampung yang kesulitan di masa pandemi, kata Solihin, mendapatkan penghasilan dari kegiatan ini. Lebih dari seribu orang kini mendapatkan manfaat langsung maupun tidak langsung dari program mangrove.

Selain itu, Siti Nurbaya terlibat dalam proses pemulihan gambut oleh masyarakat sekitar. Saat ini, ratusan hektare gambut berhasil ditanami dengan tanaman asli hutan jenis geronggang. Akhir September lalu, Menteri Siti Nurbaya dan Presiden Jokowi datang ke Bengkalis untuk ikut menanam mangrove di tepian Pantai Raja Kecik. Selama negeri ini merdeka, kata Solihin, itu adalah kunjungan pertama seorang menteri dan presiden ke Desa Muntai tempatnya tinggal.

Baca Juga:  Polri Pastikan Hoax 12 Pasal UU Cipta Kerja yang Tersebar di Medsos

“Kami diberi napas untuk hidup dan memperbaiki kehidupan. Tapi apakah ketua BEM UI tahu letak kampung kami dan memahami masalah lingkungan hidup di kampung kami?” sindir Solihin.

Dalam dua tahun terakhir ini, warga desa dan pulau tempatnya tinggal bisa menikmati langit biru. Mereka mendapat udara segar tanpa kepulan asap pekat dari hutan yang terbakar. Kalaupun sesekali terjadi kebakaran, kali ini dengan cepat bisa dipadamkan. “Apakah BEM UI pernah ikut berlumpur ikut menanam mangrove di lahan kritis? Atau ikut memadamkan api di lahan gambut yang tengah membara?” Solihin kembali menyindir.

Baca Juga:  Pemerintah Beri Dana Triliunan Untuk Ruangguru, Said Didu: Baru Kali Ini Nepotisme Dipertontonkan Istana Secara Terbuka

Sumber: detik.com