BNN Minta Tambahan Anggaran Rp 234 M, Untuk Apa Saja?

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Rapat tersebut membahas rencana strategis BNN dan BNNP serta hasil pemeriksaan BPK semester I tahun 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Rapat tersebut membahas rencana strategis BNN dan BNNP serta hasil pemeriksaan BPK semester I tahun 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

IDTODAY.CO – Kepala Badan Nasional Nasrkotika (BNN), Winarko, meminta penambahan anggaran sebesar Rp234 miliar untuk tahun 2021. Penambahan itu salah satunya untuk pembiakan anjing pelacak (K-9).

“Tahun 2021 BNN mengusulkan adanya penambahan anggaran sekitar Rp234 miliar antara lain untuk pelaksanaan internasional drugs enforcement conference (IDEC) di mana Indonesia sebagai hots, asistensi revisi undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika di mana tahun ini menjadi salah satu prioritas dalam prolegnas,” Kepala BNN Heru Winarko, dalam rapat bersama Komisi III DPR, Kamis (25/6). Seperti dikutip dari detik.com (25/06/2020).

“Pembangunan sarana dan prasarana perkantoran untuk BNNP. Pemenuhan layanan rehabilitasi dan pemenuhan peralatan pendukung tugas fungsi BNN serta dukungan untuk pelaksanaan breeding (pembiakan) K-9,” lanjut Heru.

Ia mengaku, saat ini pihaknya akan menyetop impor K-9, dan melakukan pengembangbiakan secara mandiri. Kini sudah ada 20 ekor anjing dari hasil pengembangbiakan.

“Perlu kami laporkan kepada pimpinan bahwa sekarang K-9 kita sudah bisa breeding dan sekarang sudah kita bisa menghasilkan anjing 20 ekor dan sudah usia lima sampai delapan bulan dan kami sudah latih Pak,” katanya.

Menurut Heru, kualitas anjing hasil pembiakan lebih baik jika dibandingkan dengan anjing impor. Karena menurutnya, anjing impor tidak tahan lama dalam bertugas.

“Jadi kami mengurangi import anjing, kita sendiri yang karena kalau import anjing, anjing-anjing ini tidak tahan lama pak karena tiga jam sudah keluar darah,” ujar Heru.[Aks]

Pos terkait