Cari Solusi Konflik Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, PDIP Jatim Bentuk Tim Khusus

Cari Solusi Konflik Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, PDIP Jatim Bentuk Tim Khusus
Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno/Net

IDTODAY.CO – Konflik panas antara Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, dengan Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, tampaknya masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Inilah yang kemudian membuat DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) membentuk tim khusus untuk menyelesaikan perseteruan antara dua pejabat tinggi di Kabupaten Bojonegoro itu.

Pembentukan tim khusus ini dihrapkan bisa membatu mendapatkan solusi sehingga polemik tersebut bisa berakhir damai.

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno mengatakan, saat ini tim sudah berada di Bojonegoro untuk menggali lebih dalam detail persoalan yang terjadi antara Bupati dan Wabup Bojonegoro.

Baca Juga:  8 Orang KAMI Ditangkap, Gatot Nurmantyo hingga Din Datangi Gedung Bareskrim Polri

Pihaknya akan berupaya agar tetap terjalin kolaborasi dan sinergi yang harmonis antara bupati dan wakil bupati.

“Kita tetap akan upayakan mediasi. Karena kita dulu berangkatnya baik-baik. Ketika ada hal-hal di jalan seperti itu, ya supaya kita bisa tenang,” ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, di sela acara Rapat Kerja Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) 2021 di Surabaya, Rabu (6/10).

Baca Juga:  Menteri Korupsi dan Bisnis PCR, Gatot: Bukan Kemanusiaan atau Kebinatangan, Jadi Apa Ya?

Perseteruan Budi Irawanto dan Anna Mu’awanah bermula saat Wawan, sapaan Wabup Budi, mempertanyakan validitas jumlah pasien Covid-19 di Bojonegoro dalam grup WA pada 6 Juli 2021.

Menurut Wawan, pertanyaan itu muncul karena data pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro yang dilaporkan ke publik berbeda dengan data di lapangan.

Anna yang menjadi admin grup itu membalas pertanyaan itu dengan jawaban yang dinilai Wawan menyinggung pribadinya dan keluarga.

Baca Juga:  Larangan Mudik Berlaku Untuk Skala Nasional atau Hanya Wilayah yang Menerapkan PSBB?

Pertikaian ini pun memuncak setelah pada Kamis lalu (9/9) Wawan melaporkan Anna ke Polres Bojonegoro. Wawan melaporkan Anna terkait dugaan pencemaran nama baik setelah dia merasa tersinggung dengan pernyataan Anna di sebuah grup WhatsApp (WA).

Sumber: rmol.id