Curhat Ibu Rumah Tangga: Akibat Corona Suami Tidak Bisa Pulang Dari Perantauan

  • Whatsapp
Curhat Ibu Rumah Tangga
Ilustrasi (Foto: AKURAT.CO/Endra Prakoso)

IDTODAY.CO – Dinaikkannya status virus Corona menjadi pendemi global oleh WHO semakin menambah kekhawatiran masyarakat Tanah Air.

Salah seorang ibu rumah tangga bernama Anna membagikan kisah sedihnya sebagaimana dikutip dari Akurat.co (23/3/2020).

Bacaan Lainnya

Kesedihan Anna terkait ketidakpastian kapan suaminya akan pulang dari perantauan sebagai kru kapal barang di salah satu perusahaan Korea Selatan.

“Kantor ga bisa mastiin kapan saja bisa pulang, karena agennya dari Korea,” curhat Anna.

Anna  khawatir, bila keadaan terus seperti ini, suaminya akan tertahan di Korea Selatan sebagaimana dialami ABK kapal Diamond Princess saat terombang-ambing di Yokohama, Jepang.

Jika nantinya sesuai dengan yang diprediksikan Anna, dia akan meminta pemerintah untuk memulangkan suaminya seperti 67 orang ABK Puteri Berlian

“Kapal pesiar aja udah dijemput, koq laki-laki ga dijemput. , masa kapal doank besar yang dijemput, ” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui Korsel termasuk negara spek Corona dengan tingkat kematian cukup tinggi. Oleh karena itu, ia akan  meminta surat pernyataan hasil tes kesehatan dari otoritas Korea Selatan dan meminta persetujuan untuk pulang ke tanah air.

“Jangan sampe diisolasi, kan ada deteksi kan di skrining,” tutur Anna.

Sementara itu, Burhanudin salah seorang pedagang di kawasan pasar Rawa, mengaku kesulitan mendapat omset karena kebijakan jaga jarak oleh pemerintah. Dia mengaku omzet nya turun karena tidak ada pembeli yang mau mengunjungi tokonya.

“Ya mau gimana lagi, kan katanya disuruh Jaga Jarak ya begini lah sepi,” ungkapnya.

Burhanudin mengaku tidak pernah melihat langsung pasien suspek Corona, namun karena kuatnya kabar tersebut membuat dia dan teman-teman se-profesinya untuk sementara berhenti berdagang.

“Ngeliat orangnya (yang meninggal) aja ga pernah. Tapi sepinya yang beli. Makanya itu pedagang lain juga ikut ikut tutup gara-gara Corona ,” tutur Burhanuddin.

“Mustinya pemerintah kasih imbauan, atau ajukan pertanyaan si A jangan ikut karena Corona , atau yang meninggal Corona mana biar ada antisipasi. Kalau begini kan repot kabarnya bener apa engga kita ga tahu, tapi heboh,” pungkasnya.(akr/br)

Pos terkait