Dapatkan Banyak Kritik, Kemdikbud Evaluasi Program Organisasi Penggerak

Dapatkan Banyak Kritik, Kemdikbud Evaluasi Program Organisasi Penggerak
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc)

IDTODAY.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku berterima kasih atas masukan dari organisasi masyarakat terhadap Program Organisasi Penggerak (POP) yang sedang dirintisnya.

Dia pun memutuskan untuk melakukan evaluasi terhadap program tersebut demi memperkuat integritas, transparansi, dan dukungan masyarakat lampu upaya mereformasi pendidikan Nasional.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan secara virtual di Jakarta, pada Jumat (24/7/2020) malam pasca maraknya reaksi negatif dari sejumlah ormas Islam di Indonesia.

“Saya mengapresiasi atas semua masukan dari masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) terhadap Program Organisasi Penggerak. Kami mendengar berbagai input yang sangat konstruktif dan kami berkomitmen menyempurnakan program-program di Kemdikbud. Oleh karenanya, Kemdikbud memutuskan melakukan evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan program ini,” urai Nadiem sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com (24/7/2820)

Nadiem mengatakan bahwa POP bertujuan untuk mengadopsi sejumlah inovasi yang dilakukan oleh berbagai ormas di bidang pendidikan.

“Hal ini sebagai cermin asas gotong royong di mana kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk menemukan inovasi-inovasi pedagogi, inovasi gerakan reformasi pendidikan, yang mungkin belum terpikir oleh Kemdikbud. Jadi kami meluncurkan POP untuk melihat dan mengajak partisipasi publik untuk bisa bergotong royong dalam reformasi pendidikan di Indonesia,” terangnya.

Nantinya, dalam evaluasi tersebut Mendikbud mengatakan pasti melibatkan pakar pendidikan, ormas, dan lembaga negara terkait.

“Kita semua sepakat bahwa Program Organisasi Penggerak merupakan gerakan bersama masyarakat untuk memajukan pendidikan nasional, tetapi sebelum dilaksanakan, kita harus memastikan bahwa program ini adalah program dengan integritas dan transparansi terbaik,” tegasnya.

Evaluasi tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu 3-4 minggu ke depan. Terdapat tiga hal penting yang akan menjadi bahan evaluasi. Pertama, integritas dan transparansi sistem seleksi yang telah dilakukan.

“Kami tidak hanya melihat dari sisi internal, tetapi juga mengundang kalangan eksternal untuk memastikan bahwa integritas dan transparansi dalam seleksi adalah yang terbaik,” ucapnya.

Kedua, memastikan bahwa semua organisasi yang dinyatakan lulus seleksi benar-benar mempunyai integritas dan kredibilitas terhadap program tersebut.

Ketiga, menegaskan bahwa pandemi Covid-19 tidak akan menjadi penghalang efektivitas program dari organisasi tersebut. “Kami juga ingin melihat efektivitas pencapaian program mereka selama pandemi. Tiga hal ini yang menjadi objective utama evaluasi lanjutan yang kami lakukan,” ungkapnya.[beritasatu/brz/nu]

Pos terkait