Dedi Kurnia: Seharusnya Gatot Tidak Memandang Sisi Personal Jokowi
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo berpose sebelum menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).(Foto: KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

Dedi Kurnia: Seharusnya Gatot Tidak Memandang Sisi Personal Jokowi

IDTODAY.CO – Tidak bersedianya Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menghadiri penganugrahan tanda jasa Bintang Mahaputera yang akan disematkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/10) mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opionion (IPO), Dedi Kurnia Syah meminta Gatot Nurmantyo untuk memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Menurutnya, ketidak hadiran dia bisa dianggap normal apabila alasan Gatot tidak hadir karena faktor kondisi pandemi Covid-19).

“Hanya saja, jika penolakannya terkait gelar, maka ini preseden buruk karena Gatot tidak menghormati negara, di mana gelar kehormatan tersebut bukan karena faktor personal, tetapi faktor kontribusi dan posisi beliau mengabdi di militer,” kata Dedi saat dihubungi, sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com (13/11/2020).

Akan tetapi, pilihan tersebut akan dinilai negatif apabila didasarkan pada akhirnya si politik. Menurutnya, Gatot Nurmantyo bisa di cap angkuh terhadap negara. Apalagi, publik tahu betul seperti apa peran Gatot setelah pensiun dari militer.

“Dia seharusnya tidak memandang sisi personal Presiden, tetapi memandang negara yang selama ini ia bela hidup mati,” urainya.[berisatu/brz/nu]

Baca Juga:  Airlangga: Meski Dalam Kondisi Prihatin, Indonesia Masih Mampu Lakukan Reformasi Birokrasi

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.