Demokrasi-PKS Tolak RUU Cipta Kerja, Ini Respon Airlangga

Demokrasi-PKS Tolak RUU Cipta Kerja, Ini Respon Airlangga
Baleg DPR RI /Akbar Nugroho

IDTODAY.CO – Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menolak Rancangan Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI hari ini, Senin (5/10/2020). Seperti diketahui, dalam sidang itu, Fraksi Demokrat bahkan menyatakan walk out.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons atas penolakan atas penolakan tersebut.

Bacaan Lainnya

Pada mulanya, Airlangga dalam paparannya memberikan apresiasi terhadap Fraksi PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP, yang telah menyetujui RUU Ciptaker untuk disahkan menjadi UU. Airlangga mengapresiasi catatan terkait debirokratisasi, deregulasi, komunikasi tripartit, hingga operasionalisasi perundang-undangan yang sesuai dengan jadwal. Menurut dia, hal itu menjadi catatan bagi pemerintah untuk kerja keras dalam melaksanakan UU Ciptaker.

“Ada beberapa catatan dari Partai Demokrat. Walaupun Partai Demokrat tidak ada lagi di sini, atau tidak hadir, penting kami nyatakan, UU ini yang jadi catatan untuk prioritaskan program Covid-19, proses transparansi dan mekanisme pusat dan daerah, seluruhnya sudah terjawab dalam UU Ciptaker dan proses sudah dilaksanakan secara transparan seperti disampaikan Ketua Baleg DPR RI,” ujar Airlangga. Sebagaimana dikutip dari cnbcindonesia (05/10/2020).

“Terkait dengan kebijakan yang disampaikan Fraksi PKS yang belum menerima atau menolak pembahasan ini, dapat kami sampaikan, proses dilakukan terbuka, transparan, menerapkan protokol kesehatan dan DIM dilakukan dengan proses panjang 64x rapat dan sejak disampaikan surpres februari sampai hari ini, seluruhnya diserap ataupun diliput media bahkan Baleg pun rapat dengan menggunakan Youtube yang diakses publik.”

Selain itu, Airlangga juga mengapresiasi kepada seluruh fraksi yang ikut dalam pengambilan keputusan. Termasuk kepada mereka yang menyetujui RUU Ciptaker dibawa ke paripurna. Untuk itu, menurut Airlangga, pemerintah menghargai pembahasan tersebut.[cnbcindonesia/aks/nu]

Pos terkait