Dewan Masih Penasaran, Kenapa Jokowi Ngotot Berdamai Dengan Corona

  • Whatsapp
Dewan Masih Penasaran, Kenapa Jokowi Ngotot Berdamai Dengan Corona
Presiden Joko Widodo saat meninjai longsor di Bogor beberapa waktu lalu,(Foto: rmol.id)

Ajakan berdamai dengan Covid-19 dari Presiden Joko Widodo kepada masyarakat harus ada barometer yang jelas, agar korban keganasan virus mematikan itu justru tidak semakin banyak.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Pengamat Nilai Kubu Moeldoko Gugat AD/ART Demokrat Langkah Cerdas

“Yang penting kan ada ukuran-ukurannya untuk melakukan relaksasi. Minimal kurvanya harus turun dulu, itu boleh direlaksasi,” ujarnya.

Selain kurva kasus Covid-19 mulai menunjukkan angka yang cenderung melandai, jika pemerintah tetap ngotot untuk mengajak masyarakat berdamai dan hidup berdampingan, maka pemerintah juga mesti menjamin keselamatan rakyat Indonesia.

“Apakah sudah ada vaksinnya (Covid-19)? Kalau sudah divaksin kan orang yakin misalnya pasti bisa sembuh kalau kena Covid-19 kan. Jadi, ada vaksinnya dulu kalau orang udah sakitnya bisa diobatin gitu,” tuturnya.

Baca Juga:  Mahfud MD: Demokrasi Harus Beriringan Dengan Hukum

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menegaskan bahwa pemerintah sebaiknya jangan terburu-buru mengajak berdamai dengan Covid-19 atau melakukan relaksasi. Sebelum kasus di tanah air menunjukkan penurunan yang signifikan, dan vaksinnya tersedia.

“Tapi kalau belum jelas seperti itu, ya saya kira relaksasi itu belum lah. Karena menurut saya kurvanya masih kayak gitu (meningkat),” demikian Saleh Daulay.

Baca Juga:  Survei IPO: Yassona Dan Ida Paling Layak Direshuffle

Sumber: Rmol.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.