Diskusi Mahasiswa UGM Dituding Makar, Fira Mubayyinah: Impeachment ‘Halal’ Didiskusikan Di Ruang Akademik

Fira Mubayyinah
Fira Mubayyinah (Twitter)

Impeachment atau pemakzulan adalah sebuah tema yang biasa dilakukan dalam sebuah diskusi di ruang akademik. Sehingga teror dan ancaman yang diterima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) yang tergabung dalam Constitutional Law Society (CLS) tidak perlu terjadi.

“Tema impeachment adalah tema yang biasa dalam kajian hukum tatanegara. Diskusi di ruang akademik adalah suatu keharusan dan bagian dari pelaksanaan Tri Darma perguruan tinggi. Jadi apapun ‘halal’ di ruang akademik untuk di diskusikan,” terang Direktur Pusat Pendidikan Anti Korupsi (Pusdak) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Fira Mubayyinah, Sabtu (30/5).

Baca Juga:  Bela Prabowo, Pengamat: Kunjungan ke Amerika Bukan Cari Dukungan Pemilu

“Kejadian tuduhan makar yang sengaja dilempar ke publik bagi saya ini sangat menyedihkan karena justru akan memicu perpecahan,” imbuhnya.

Fira justru mempertanyakan balik kalau ada akademisi yang datang dari expertis di bidang teknik memberikan terminologi makar sesederhana itu. Terlebih lagi, aksi teror dan ancaman tersebut jelas-jelas tidak memberikan ruang seluas-luasnya bagi gairah dunia kampus (diskusi, kritik, gerakan, dll).

Baca Juga:  Mahfud Perintahkan Polri Hukum Pejabat Yang Bantu Pelarian Djoko Tjandra

“Jangan-jangan ada agenda satu dan lain hal yang sedang disiapkan?” tanya Fira.

Karena, lanjutnya, seharusnya seorang akademisi memahami betul bahwa akademik memilik kebebasan yang bersifat fundamental yang dilindungi secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat 3 UUD 1945.

Seharusnya negara segera hadir dengan memberikan perlindungan pelaksanaan segala bentuk kegiatan iklim dunia akademik.

“Bagi saya, negara tidak sensitif dengan perkembangan persoalan sosial, atau jangan-jangan negara sedang sengaja mengabaikan adanya tekanan terhadap kebebasan akademik karena takut dengan lahirnya gagasan-gagasan besar dari ruang akademik,” demikian Fira.

Baca Juga:  Gaya Komunikasi Mensos Risma Berpotensi Membelah Rakyat dan Ciptakan Kegaduhan

Sumber: rmol.id