Dokter: Kami butuh Alat Perlindungan Diri, Bukan Uang

  • Whatsapp
Petugas medis dengan alat pelindung diri (APD)
ILUSTRASI. Petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) khusus untuk menangani pasien Covid-19. (FOTO: JawaPos.com/AFP/STR)

IDTODAY.CO – Semakin meningkatnya kasus suspek Corona membuat petugas rumah sakit dan para dokter kewalahan. kondisi tersebut diperparah dengan minimnya alat perlindungan diri (APD) bagi para petugas medis tersebut.

Rumah sakit sangat kekurangan  pelindung mata, masker N95, sarung tangan dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

“Setiap hari kami menerima dan menangani pasien positif Covid-19 tapi kami tidak memiliki APD yang lengkap untuk perlindungan diri kami. Bahkan, persediaan masker N95 menipis dan perlengkapan lainnya. Kami mau memakai apa?” kata Erlina Burhan dokter ahli paru-paru sekaligus Tim Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Persahabatan, Jakarta Timur sebagaimana dikutip dari Republika.co.id (22/3/2020).

Para dokter itupun mengatakan, mereka butuh APD bukan uang.

“Tolong pemerintah segera memberikan APD kami. Kami tidak butuh uang, tapi kami butuh barang yaitu perlengkapan APD.”

Erlina secara khusus meminta pemerintah untuk sedapat mungkin mendisiplinkan masyarakat dalam upaya penanganan virus Corona. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang abay tentang kondisi darurat tersebut. Akibatnya, penyebaran Corona ini semakin bertambah dan tidak menurun.

Erlina menambahkan bahwa para dokter yang menangani virus Corona memiliki imunitas yang tidak sama sehingga harus ditunjang dengan kelengkapan APD yang memadai.

“Semua dokter saat ini sedang berjuang untuk menangani pasien Covid-19. Mereka tidak pulang karena takut menularkan ke anggota keluarganya. Tolong kami memiliki imunitas yang berbeda ditambah lagi tidak memakai APD. Kami bisa tumbang,” lanjutnya.

Elina dan para dokter lainnya sangat terpukul dengan adanya dokter yang meninggal dunia dan meminta hal itu untuk menjadi pembelajaran bersama dalam meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.

 “Kami harus bekerja sama baik pemerintah dan masyarakat. Kami saja yang di pusat begini. Bagaimana yang di daerah?” kata Erlina.

Erlina menambahkan,  RS Persahabatan mengapa fokus menangani pasien  suspect Covid-19. Sehingga perlu adanya penambahan laboratorium untuk menangani pasien tersebut.(rol/br)

Pos terkait