Doni Monardo Himbau Masyarakat Waspada Karhutla: Penderita ISPA Lebih Berisiko Corona

Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker medis saat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9). Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker medis saat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9). Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro

IDTODAY.CO – Pemerintah ingatkan masyarakat terkait dengan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa terjadi lagi saat musim kemarau yang kini mulai berlangsung di beberapa daerah.

Kepala BNPB, Doni Monardo, menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta pencegahan karhutla dilakukan dengan serius, karena kesehatan masyarakat makin terancam setelah ada corona.

Bacaan Lainnya

“Tadi Pak Presiden meminta untuk optimalkan upaya pencegahan, karena tahun ini kita ada COVID-19 yang belum berakhir. Jika ada karhutla, maka masyarakat yang kena ISPA atau asma itu lebih berisiko,” ucap Doni dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Selasa (23/6). Seperti dikutip dari kumparan (23/06/2020).

Doni juga mengatakan, sebagian besar yang terbakar adalah lahan gambut. Pemadaman akan sulit jika ternyata yang terbakar ada fosil batu bara muda.

“Padahal kelompok gabungan sudah yakin apinya padam, tapi muncul lagi. Mungkin saja fosil-fosil batu bara muda ini masih ada bara api di dalamnya,” kata Doni.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa tahun ini belum ada jaminan karhutla tidak terjadi. Ditambah ancaman corona, maka karhutla bisa jadi masalah serius.

“Kami minta masyarakat di daerah karhutla untuk hati-hati, tidak menimbulkan kebakaran. Karena selain karena karhutla juga bisa kena COVID-19. Upaya pembakaran sudah berkurang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sepertinya akan ada pengurangan, apalagi ada PSBB di beberapa daerah yang ada kebiasaan karhutla,” pungkasnya.[Aks]

Pos terkait