DPRD Surabaya Minta Adanya Tanda Khusus Bagi Pasien Corona

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thon. (Foto: surya.co.id/nuraini faiq)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thon. (Foto: surya.co.id/nuraini faiq)

IDTODAY.CO – Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony meminta pemerintah untuk memberikan tanda khusus terhadap warga yang terpapar virus corona jenis baru di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Menurutnya, usulan tersebut dimaksudkan guna memudahkan pengawasan dan penindakan.

“Selain usulan swab massal, pemberian tanda pada setiap warga perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan penindakan COVID-19,” kata A.H. Thony di Surabaya, sebagaimana dikutip dari Antara  (26/5/2020)

Baca Juga:  Soal Kerumunan di CFD, Menko PMK Minta Evaluasi Kendala Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Kemudian Thony mengusulkan, jenis tanda tersebut bisa berupa gelang berwarna warni misalnya untuk gelang hijau berarti untuk orang yang sehat, kuning bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan merah untuk warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Jadi kalau ada warga yang keluyuran biar ketahuan terpapar COVID-19 atau tidak,” tegasnya.

Menurut dia, untuk warga yang memakai gelang hijau, lanjut dia, boleh keluar dan bekerja supaya roda ekonomi tetap jalan. Sedangkan untuk warga yang memakai gelang kuning harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerima haknya dari Pemkot Surabaya dengan mendapat bantuan makanan, vitamin, suplemen makanan dan lainnya.

Baca Juga:  Anis Matta: Kekhawatiran Bangkitnya Komunisme di Indonesia Bukan soal Ideologi, tapi Hegemoni China

Begitu juga untuk warga yang memakai gelang merah, lanjut dia, tentunya harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan penanganan kuratif sesuai tingkat kegawatan.

Bahkan, ia meminta adanya ruang isolasi massal di setiap kampung di Kota Surabaya dengan mendapat pengawasan dan kontrol dari Puskesmas setempat.

Politikus Partai Gerindra ini juga menyarankan perlunya edukasi protokoler pemakaman jenazah di tiap kelurahan dengan metode pemakaman yang aman terhadap pasien virus Corona.[Brz]

Baca Juga:  Cegah Corona, Faisal Basri Sarankan Pemotongan Gaji Dan Pemberhentian Proyek