Eks Panglima TNI: Proxy War dan Oligarki Kekuasaan Adalah Ancaman Serius Indonesia

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo (tengah) menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (Luqman/detikcom)

IDTODAY NEWS – Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi salah satu nama penting yang tergabung dalam Koalsi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Terkait hal itu, Gatot mengatakan dirinya bergabung dengan kami karena teringat sumpah kemiliteran yang diucapkannya ketika mengikuti pendidikan militer puluhan tahun yang lalu. Yaitu menjaga kedaulatan negara.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Gatot saat berbicara dihadapan massa deklarasi Kami, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

“Sebagai mantan Tentara Nasional Indonesia (TNI) 38 tahun yang lalu, saat mengawali dinas keprajuritan, saya bersumpah, demi Allah saya bersumpah yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945,” ujar Gatot sebagaimana dikutip dari RMOL.

Saat masih aktif sebagai TNI, Gatot menceritakan tentang hal-hal yang mengancam kedaulatan negara dalam sebuah seminar di Universitas Indonesia.

“Pada tanggal 10 Maret 2014 saya berkesempatan berdialog dengan civitas akademika Universitas Indonesia. Saya antara lain berbicara tentang proxy war yang menjadi satu ancaman yang luar biasa terhadap kedaulatan suatu bangsa,” ucapnya.

Pos terkait