Fadli Zon: Prabowo Bilang Harga Rapid Test Asal China Hanya Rp 55 Ribu

Fadli Zon-1
Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon. (Istimewa)

IDTODAY.CO – Indonesia membeli beberapa macam alat kesehatan dalam upaya penanggulangan virus Corona. Alat tersebut didatangkan dari China dengan bantuan pesawat C130 Hercules.

Dari beberapa surat kabar online didapatkan suatu informasi bahwa alat kesehatan tersebut merupakan sumbangan salah satu yayasan amal yang ada di China. namun dalam pemberitaan yang lain, rapid test Corona tersebut didapatkan dengan membeli bukan gratis.

Baca Juga:  Prabowo Tuding Pihak Asing Danai Demo Buruh, Arief Poyuono: Salah Besar!

Adalah Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon, yang mengungkapkan fakta tersebut. Menurutnya,  harga satu alat tes corona tersebut seharga Rp 55 ribu.

“Waktu saya ketemu Pak Prabowo Sabtu lalu, saya sudah dengar rencana impor alat tes cepat ini. Saya tanya beliau, berapa harganya? Kata Pak Prabowo hanya USD 3,5 sekitar Rp 55 ribu,” ucap Fadli Zon melalui Twitter, sebagaimana dikutip dari Kumparan.com (22/3/2020).

Baca Juga:  Update Corona 30 Agustus: Kasus Positif Tambah 2.858, Total Jadi 172.053

pemerintah memesan rapid test tersebut melalui Prabowo Subianto. Beliau selaku menteri pertahanan RI meminta bantuan kepada TNI AU untuk mengangkt dengan pesawat Hercules guna mempersingkat proses birokrasi.

Pesawat terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pukul 06.55 WIB, Sabtu (21/3) dengan lebih dulu transit untuk isi bahan bakar di Natuna, kemudian Hainan dan tiba di Shanghai. Pesawat tiba pagi ini di Indonesia.

Baca Juga:  Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19: Juli Diharapkan Rakyat Indonesia Mulai Hidup Normal

Pesawat C-130 Hercules itu diberangkatkan ke Shanghai, China atas perintah dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melalui Kepala Satuan Angkatan Udara.

“Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan Kasau untuk memberangkatkan pesawat angkut berat C130 Hercules ke Shanghai, China, untuk mengangkut logistik kesehatan yang telah dibeli oleh Pemerintah RI melalui Kemhan RI,” kata Kasubdispenum TNI AU, Kolonel Muhammad Yuris, melalui keterangan tertulis.(kpr/br)