Fadli Zon: Utang Negara Menunjukkan Kerapuhan Ekonomi, Tak Layak Dibanggakan

Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyoroti pernyataan Menteri Keuangan yang terkesan bangga setelah berhasil meluncurkan surat utang global (global bond) berdenominasi dolar AS sebesar US$4,3 miliar oleh pemerintah pada Selasa (7/4/2020). Padahal menurutnya, utang tetaplah utang. Semakin besar utang negara mestinya pejabat publik harus semakin malu bukan malah berbangga diri. "Seolah itu sebuah prestasi. Utang memang bukan aib. Namun, semakin besar utang pemerintah, para pejabat publik seharusnya memperbesar rasa malu, bukannya menebar kebanggaan," tutur Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (12/4/2020). Fadli merasa sangat heran dengan sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani yang seolah-olah membanggakan penerbitan surat utang tersebut. "Sy sungguh tak habis pikir mendengar pernyataan Menteri Keuangan @KemenkeuRI Sri Mulyani yg menarasikan peluncuran global bond, atau surat utang global, beberapa hari lalu, dgn nada penuh kebanggaan" kritik Fadli penuh tanya. Fadli menegaskan bahwa utang menunjukkan kerapuhan ekonomi. oleh karenanya sangat tidak layak untuk diceritakan dengan penuh kebanggaan. "Begitu rapuhnya ekonomi kita, sehingga meskipun krisis baru saja dimulai, kita sudah membutuhkan suntikan utang dalam jumlah besar. Sekali lagi, tak sepatutnya hal semacam itu diceritakan sebagai sebuah kebanggaan, apalagi prestasi," sambung Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (Foto: netralnews.com)

IDTODAY.CO – Fadli  Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyoroti pernyataan Menteri Keuangan yang terkesan bangga setelah berhasil meluncurkan surat utang global (global bond) berdenominasi dolar AS sebesar US$4,3 miliar oleh pemerintah pada Selasa (7/4/2020).

Padahal menurutnya, utang tetaplah utang. Semakin besar utang negara mestinya pejabat publik harus semakin malu bukan malah berbangga diri.

“Seolah itu sebuah prestasi. Utang memang bukan aib. Namun, semakin besar utang pemerintah, para pejabat publik seharusnya memperbesar rasa malu, bukannya menebar kebanggaan,” tutur Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (12/4/2020).

Baca Juga:  Jika Moeldoko Mundur, Idham Azis hingga Susi Pudjiastuti Dianggap Pas Jabat KSP

Fadli merasa sangat heran dengan sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani yang seolah-olah membanggakan penerbitan surat utang tersebut.

“Sy sungguh tak habis pikir mendengar pernyataan Menteri Keuangan @KemenkeuRI Sri Mulyani yg menarasikan peluncuran global bond, atau surat utang global, beberapa hari lalu, dgn nada penuh kebanggaan” kritik Fadli penuh tanya.

Fadli menegaskan bahwa utang menunjukkan kerapuhan ekonomi. oleh karenanya sangat tidak layak untuk diceritakan dengan penuh kebanggaan.

Baca Juga:  Tak Boleh Reuni, Alumni 212 Sumsel: Kok Buruh Boleh?

“Begitu rapuhnya ekonomi kita, sehingga meskipun krisis baru saja dimulai, kita sudah membutuhkan suntikan utang dalam jumlah besar. Sekali lagi, tak sepatutnya hal semacam itu diceritakan sebagai sebuah kebanggaan, apalagi prestasi,” sambung Fadli.[Brz]