Gatot Nurmantyo: Bila Diubah Ekasila, Dasar Negara Ini ‘Kan Hilang!

Gatot Nurmantyo
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat menghadiri deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Foto: YouTube/JPNN)

IDTODAY.CO – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo membeberkan alasannya bergabung bersama tokoh bangsa lainnya dalam membentuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Gatot mengaku terusik dengan wacana Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sempat menimbulkan polemik beberapa waktu lalu. Menurutnya, RUU tersebut akan merubah makna dasar negara.

Bacaan Lainnya

“Tiba-tiba begitu ada isu yang saya cek ternyata benar tentang HIP. Itu ternyata saya masih punya utang,” ungkap Gatot Nurmantyo sampaikan dalam tayangan Zoom In di TvOne, Jumat (21/8/2020), sebagaimana dikutip dari Sindonews.com (23/8/2020).

Mantan Pangkostrad itu kemudian menyoroti isi RUU HIP yang disebut akan meringkas Pancasila menjadi tiga sila. Menurutnya, Perubahan tersebut juga akan merubah pada makna dasar negara.

“Pancasila sebagai dasar negaranya akan diubah menjadi tiga sila, bahkan ekasila. Maka dasar negara ini ‘kan hilang,” terang mantan Kasad ini.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan terkait proklamasi yang dibacakan oleh Ir Soekarno.

“Kemarin pada saat 17 Agustus, proklamator kita mengatakan ‘Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan’,” jelasnya.

“Itu berarti bahwa kita belum ada negara, jadi hanya rakyatnya saja yang menyatakan kemerdekaan. Besoknya baru ada UUD 1945 dengan Pancasila sebagai dasar,” imbuh Gatot.

Kemudian, Gatot menegaskan bahwa KAMI merupakan jawaban dari sumpah yang pernah diucapkan ketika tergabung menjadi bagian abdi negara. Gatot merasa, tidak boleh bungkam karena sumpah yang dikatakan termasuk bagian dari agama.

“Sedangkan saya pada saat 38 tahun lalu disumpah, ‘Demi Allah saya bersumpah akan selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945’,” jelas dia.

“Apabila saya diam, maka jelas tempatnya di neraka saya,” tegas Gatot.

Secara tegas, pria 60 tahun tersebut mengaku sudah mantap untuk kembali berkiprah bersama dengan KAMI.

“Maka saya dikatakan ‘turun gunung’ atau apa, walaupun diprotes sama anak istri, saya harus,” tegas dia.[sindonews/brz/nu]

Pos terkait