Golkar: KAMI Tuntut Pemerintah Serius Tangani Corona, Tapi Langgar Protokol

KAMI
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/8/2020). Hadir sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Said Didu.(Foto: Istimewa)

IDTODAY.CO – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) gelar deklarasi menyampaikan sejumlah tuntutan terhadap pemerintah. Salah salah satu tuntutannya ada meminta kepada pemerintah agar serius dan sungguh-sungguh dalam menangani pandemi virus Corona. Partai Golkar menilai tuntutan KAMI terkait penanganan virus Corona tidak selaras dengan aksi deklarasi yang digelar. Menurut Golkar, aksi deklarasi itu justru banyak melanggar protokol kesehatan.

“Apa yang menjadi tuntutan KAMI yang kemarin dideklarasikan itu justru menunjukkan sikap yang paradoks dan inkonsisten. Di salah satu tuntutannya meminta agar pemerintah untuk serius menangani COVID-19, tapi KAMI sendiri dalam acara deklarasinya justru banyak melanggar protokol COVID-19,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (19/8). Seperti dikutip dari detik.com (19/08/2020).

Bacaan Lainnya

Ace pun mempertanyakan tuntutan KAMI yang dinilai tidak sejalan dengan sikapnya saat aksi deklarasi. Padahal salah satu cara untuk mencegah penularan virus Corona harus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Bagaimana dapat menyelamatkan rakyat Indonesia, menegakkan disiplin protokol COVID-19 saja tidak dipatuhinya. Padahal salah satu obat mujarab untuk menghentikan penularan COVID-19 ya harus disiplin mematuhi protokol COVID-19,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa selama ini Presiden Jokowi berulang-ulang telah menyampaikan bahwapenanganan COVID-19 tetap harus memprioritaskan penanganan kesehatan dengan menyeimbangkannya melalui kebijakan ekonomi dan penangangan dampak sosialnya secara bersamaan agar jangan sampai berakibat terlalu tajam bagi pelambatan ekonomi dan berakibat pada masalah sosial masyarakat.

hasil kebijakan yang dilakukan oleh presiden Jokowi dapat dilihat. Menurut Ace, pemerintah menerapkan keseimbangan antara kesehatan dan kegiatan ekonomi.

“Dan hasilnya bisa kita lihat bahwa Indonesia yang merupakan negara-negara penduduk besar di dunia, dalam hal angka suspek dan kematian akibat COVID-19 masih di urutan 23 dengan tingkat kesembuhan di atas 60%. Walaupun tentu kita tetap harus terus bekerja keras untuk menahan laju persebarannya dengan disiplin yang ketat dan tak boleh lengah,” sebut Ace.

“Namun pada saat bersamaan, pemerintah juga mendorong agar produktivitas ekonomi tetap harus berjalan. Setidaknya berbagai aktivitas ekonomi harus berjalan dengan protokol COVID-19 secara ketat agar dapat menahan laju PHK dan ekonomi tetap dapat berjalan. Hal ini juga disertai dengan pemenuhan kebutuhan dasar melalui program bantuan sosial bagi masyarakat,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Sejumlah tokoh melakukan deklarasi KAMI. Mereka menyebut KAMI sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera. Berikut ini poin tuntutan KAMI soal penanganan Corona:

Menuntut pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi COVID-19 untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dengan tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi.[detik/aks/nu]

Pos terkait