Habib Aboe: Rekening Khusus Donasi Corona Bukti Pemerintah Gagap

Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsy
Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsy (Foto: RRI.co.id)

IDTODAY.CO – Sejumlah kalangan menyoroti langkah pemerintah yang bermaksud membuat rekening khusus donasi penanggulangan virus Corona di Indonesia.

Sejumlah sorotan datang dari elit politik negeri ini, sekaligus juga mempertanyakan kebijakan tersebut.

Salah satunya datang dari Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsy. beliau menganggap rencana pembuatan rekening khusus dan nasi tersebut sebagai gambaran pemerintah yang gagap dalam penanganan wabah Corona.

Baca Juga:  Omnibus Law dan Pemindahan Ibukota Diduga Politik Balas Budi Pilpres 2019

“Langkah ini seolah menjadi bukti pemerintah gagap dalam penanganan Corona,” kata Aboe, Seperti dikutip dari jpnn (27/3/2020)

Aboe menganggap kebijakan tersebut aneh dan terkesan seperti kebijakan lembaga sosial atau non-goverment organization (NGO) yang mengumpulkan pemberian dari masyarakat. Padahal, negara sudah memungut bea cukai dan pajak.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu mempertanyakan kenapa pemerintah masih ngotot untuk memindahkan ibukota.

Baca Juga:  Permintaan IDI Jika Pemerintah Terapkan Tatanan New Normal

“Tentu ini mengundang tanya bagi rakyat, kenapa anggaran untuk pindah ibu kota ada, sedangkan untuk penanganan wabah corona harus saweran dari rakyat,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPR itu mengingatkan,  kejadian semacam ini akan menimbulkan image buruk di masyarakat. Seakan-akan pemindahan ibu kota dinilai lebih penting dari keselamatan warga.

“Salus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegas Aboe

Baca Juga:  Pemkab Sumedang Berencana Terapkan Sistem Parkir Berlangganan Mulai 2021

Politikus yang karib disapa Habib Aboe itu menambahkan, penanggulangan virus Corona harus dimaksimalkan dan harus ditinjau dari sumber daya dan anggaran yang ada.

“Anggaran dan sumber daya negara seharusnya semaksimal mungkin diarahkan untuk penanganan Covid-19,” tegasnya.

Aboe menyimpulkan bahwa pemerintah harus membatalkan rencana pembukaan rekening khusus donasi Corona. “Karena negara masih memiliki APBN yang bisa dialokasikan untuk penanganan wabah covid-19 tersebut,” pungkas Aboe.[jpnn/br]