Habib Rizieq Bakal Diperiksa Polda Jabar soal Kerumunan di Bogor

Habib Rizieq
(Foto: Habib Rizieq dalam acara Maulid Nabi di Petamburan, Sabtu (14/11) (YouTube FrontTV)

IDTODAY.CO – Polda Jabar akan memanggil Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk dimintai keterangannya terkait acara di Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Acara tersebut menjadi sorotan karena menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi virus Corona.

“Ke depannya, (Habib Rizieq) pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi, jadi alur permasalahannya akan jelas,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimurlan Chaniago di Mapolda Jabar, Sabtu (21/11). Sebagaimana dikutip dari detik.com (21/11/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa jadwal pemeriksaan Habib Rizieq akan dilakukan setelah polisi menggali keterangan Bupati Bogor Ade Yasin. Seharusnya jadwal klarifikasi Ade dilakukan pada Jumat (20/11) kemarin bersamaan dengan Sekda dan Kasatpol PP Kabupaten Bogor di Mapolda Jabar. Tetapi karena yang bersangkutan terkonfirmasi COVID-19, polisi melakukan penjadwalan ulang klarifikasi.

“Menunggu setelah yang saat ini dimintai keterangan sudah selesai,” ucapnya.

Erdi menjelaskan, selain pemanggilan Imam Besar FPI tersebut juga menunggu keterangan dari dua anggota FPI berkaitan peran Habib Rizieq di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Bogor. Apakah HRS bertindak sebagai pemilik, penyelenggara atau undangan.

“Kita dalami apakah Habib Rizieq ini sebagai pemilik lokasi tersebut, atau yang bersangkutan diundang. Itu yang akan didalami, jadi diharapkan ke depannya Habib Rizieq pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi, jadi alur permasalahannya akan jelas,” tutur Erdi.

Kepala BNPB Doni Monardo sebelumnya menyampaikan, sebanyak 20 simpatisan Rizieq dalam acara di Megamendung juga ada yang positif Corona. Hasilnya didapat dari pemeriksaan lebih dari 550 orang.

“Data Jumat sore, 20 November, hasil swab antigen untuk klaster Megamendung (Bogor) adalah yang diperiksa 559 orang, yang positif ada 20 orang,” ucap Kepala BNPB Doni Monardo, Jumat (20/11).[detik/aks/nu]

Pos terkait