Indeks Pembangunan Manusia DKI Jakarta Tembus 81,77 di 2021, Setaraf Negara Maju

Anies Baswedan
Anies Baswedan/net

IDTODAY.CO – Dalam laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut menembus angka 81,11 atau tumbuh 0,42 persen dibandingkan 2020 sebesar 80,77.

Dilansir Antara, Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS DKI Jakarta Suryani Widarta menyebutkan ada empat kategori IPM.

Nilai lebih kecil dari 60 berada di kategori rendah, 60-70 masuk kategori sedang, nilai 70-80 tergolong tinggi dan di atas 80 kategori IPM yang sangat tinggi.

Dengan demikian, IPM DKI Jakarta pada 2021 berada di kategori sangat tinggi.

Baca Juga:  Yasonna Laoly Ingatkan Serapan Anggaran Demi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Terdapat tiga dimensi untuk mengukur perhitungan IPM, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Alasan IPM Jakarta sangat tinggi

Suryani menjelaskan tingginya nilai IPM DKI Jakarta tidak terlepas dari pengaruh komponen pendukung, seperti umur harapan hidup saat lahir mencapai 73,01 tahun pada 2021 atau tumbuh 0,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 72,91 tahun.

Selain umur harapan hidup, IPM tinggi juga dipengaruhi harapan lama sekolah rata-rata mencapai 11,17 tahun atau tumbuh 0,69 persen dari tahun lalu sebesar 11,13 tahun.

Baca Juga:  Presiden Marah-marah dan Ekonomi Minus, Ekonom Sebut Pemerintah Biang Kerok Krisis

Sedangkan rata-rata lama sekolah di Jakarta mencapai 13,07 tahun atau tumbuh 0,36 persen dari tahun sebelumnya 12,98 tahun. Kemudian, pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp18,52 juta atau tumbuh 1,61 persen dari 2020 mencapai Rp18,23 juta.

Naiknya IPM di Jakarta menjadikannya berada di posisi pertama dan lebih tinggi dari IPM Indonesia yang mencapai 72,29.

Jakarta setaraf negara maju

Baca Juga:  Jusuf Kalla: Kalau Mal Dan Stasiun Mau Buka, Masjid Juga Harus Terbuka Kembali

Diketahui, IPM pertama kali diperkenalkan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) pada tahun 1990. IPM digunakan untuk menilai apakah sebuah negara dapat dikategorikan negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang.

Nilai IPM yang berada di antara 70-100, maka dapat dikategorikan sebagai negara maju. Nilai 60-70 kategori negara berkembang dan kurang dari 60 kategori negara terbelakang.

Jika DKI Jakarta adalah sebuah negara, maka dapat dikategorikan sebagai negara maju berdasarkan nilai IPM yang mencapai 81,11.

Sumber: indozone