#IndonesiaTerserah, Politikus PDIP Minta Pemerintah Tidak Abai

  • Whatsapp
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengatakan, kemunculan #Indonesia terserah menjadi penting sebagai bahan introspeksi di tengah pandemi. Foto/Dok. SINDOnews
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengatakan, kemunculan #Indonesia terserah menjadi penting sebagai bahan introspeksi di tengah pandemi. Foto/Dok. SINDOnews

Kemunculan #IndonesiaTerserah

menjadi penting sebagai bahan introspeksi di tengah pandemi. Ada beberapa yang harus dilakukan pemerintah menyikapi fenomena tersebut. Tujuannya agar pemerintah tidak kehilangan kepercayaan publik.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Pengusul RUU HIP Bisa Dianggap Melakukan Pemberontakan Pada NKRI

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengatakan, #IndonesiaTerserah merupakan suara publik yang harus didengarkan pemerintah. “Tagar ini muncul setelah adanya fakta banyaknya orang antre berkerumun di Bandara Soekarno-Hatta untuk perjalanan keluar daerah,” katanya dalam siaran pers, Rabu (20/5/2020).

Menurut Gus Nabil, fakta ini harus diikuti dengan investigasi yang komprehensif. Apakah kelalaian dari pihak regulator bandara, maskapai penerbangan, atau justru dari kebijakan pemerintah? “Jadi, harus diletakkan pada konteks yang tepat. Saya sendiri melihat memang ada yang keliru, dan harus segera dibenahi dalam konteks itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Ricuh Dan Abaikan Protokol Covid-19, 37 Demonstran Ditangkap

Kedua, lanjut Gus Nabil, pemerintah harus merapikan kembali kebijakan-kebijakan antarkementerian yang tidak terpadu. Ada beberapa kebijakan yang saling bertolak belakang, misalnya antara PSBB dengan kebijakan transportasi antar kawasan.

Kebijakan-kebijakan yang tidak sinkron, menjadikan warga semakin bingung sekaligus kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Komunikasi mitigasi pandemi tidak komprehensif, dan fakta di lapangan menujukkan itu. (Baca juga: Abaikan Social Distancing, Terminal 2 Bandara Soetta Penuh Sesak)

Baca Juga:  PDIP Tanggapi Pernyataan Gatot yang Kaitkan Pergantian Panglima TNI-Film G30S/PKI: Tak Mencerdaskan!

Ketiga, pemerintah harus menghargai perjuangan tenaga medis Indonesia, juga dukungan orang-orang yang selama ini diam di rumah untuk memutus mata rantai persebaran Covid19. “Jadi jelas bahwa jangan sampai perjuangan panjang ini sia-sia, karena kebijakan yang salah sasaran dan komunikasi antar kementrian/antar pejabat yang tidak terpadu,” tutur ketua umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.

Sumber: sindonews.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.