Ingatkan Luhut Jangan Arogan Dan Anti Kritik, PBNU: Pemerintah Merasa Selalu Paling Benar

Ingatkan Luhut Jangan Arogan Dan Anti Kritik, PBNU: Pemerintah Merasa Selalu Paling Benar
Umarsyah,(Foto: rmoljabar.id)

IDTODAY.CO – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Ekonomi Umarsyah menilai jubir Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan menampakkan sikap arogan dan anti kritik.

Hal tersebut disampaikannya terkait respon Jodi Mahardi yang meminta semua pihak agar berpikir positif pada pemerintah dalam upaya menyelamatkan negara. Jawaban tersebut merupakan respon atas permintaan Umarsyah kepada Luhut untuk tidak banyak berbicara soal penanganan Virus Corona Baru (Covid-19). Tujuannya adalah untuk menghindari kebingungan masyarakat dan bias informasi.

Bacaan Lainnya

Padahal, kata Umarsyah, permintaan yang disampaikan secara terbuka adalah berdasarkan fakta bukan prasangka negatif.

“Jubir luhut tampak arogan dan anti kririk, pemerintah merasa selalu paling benar,  yang mengkritik dianggap berprasangka kami menyampaikan pendapat itu atas dasar fakta,” demikian penjelasan Umarsyah sebagaimana dikutip dari Rmol.id (23/5).

Umarsyah kemudian menegaskan peran konkret PBNU dalam upaya penanggulangan Corona dengan membentuk 13 ribu titik lebih Gugus Tugas penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia.

PBNU kata Umarsyah, telah melakukan banyak hal, diantaranya mendistribusikan alat pelindung diri (APD), penyemprotan disinfektan dan mengedukasi masyarakat dengan cara dan pendekatan ala NU sehingga berbagai kebijakan pemerintah meniadakan aktivitas belajar di sekolah, pengajian dan bahkan sholat berjamaah di masjid juga berjalan efektif.

Umarsyah kemudian membandingkan, kondisi berbeda dengan kebijakan pemerintah. Faktanya sampai saat ini berbagai langkah pemerintah tidak efektif, jalanan macet, kerumunan di mall dan pasar terjadi di mana-mana bahkan hingga muncul tagar Indonesia terserah.

“Faktanya imbauan PBNU jauh lebih ditaati sedangkan imbauan dan larangan pemerintah justru diabaikan. Kita ingin ingatkan pemerintah bahwa menghadapi Pandemik tidak bisa diatasi sendiri. Kritik yang kami sampaikan berdasarkan pikiran positif dan untuk perbaikan penanganan pandemik (Covid-19),” demikian kata Umarsyah.[Brz]

Pos terkait