Istana: Jokowi Dan Jajaran Tak Gelar Open House, Silaturahmi Via Daring

Jokowi Yakin Pendisiplinan Masyarakat Oleh TNI-Polri Bikin Kurva Corona Turun
Presiden Joko Widodo tiba untuk melantik Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Manahan Sitompul di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

IDTODAY.CO – Pihak istana memastikan bahwa presiden Joko Widodo (Jokowi) dan anggota kabinet tidak akan menggelar open house saat Hari Raya Idul Fitri nanti.  Alasan tak digelarnya open house ini karena memungkinkan terjadinya kerumunan massa dan interaksi jarak dekat yang berpotensi terjadinya penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Presiden dan jajarannya tidak akan mengadakan open house saat Idul Fitri nanti. Tidak pernah ada pembahasan di dalam rapat terkait rencana open house. Ini bagian dari konsistensi pemerintah untuk menerapkan physical distancing di semua aktifitas,” kata juru bicara Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (22/5). Seperti dikutip dari detik.com (22/05/2020).

Bacaan Lainnya

“Kita bisa saling bersilaturahmi secara daring pada saat lebaran nanti dengan sanak keluarga, kerabat, dan sahabat tanpa harus memaksakan diri untuk melakukan pertemuan fisik,” imbuh Angkie.

Jokowi sebenarnya memahami akan pentingnya silaturrahmi dan bermaaf-maafan di hari raya idul Fitri ini, akan tetapi pandemi virus Corona (COVID-19) yang masih belum berakhir tak memungkinkan adanya open house.

“Hari ini, setiap rapat, baik bersifat paripurna atau terbatas, yang diselenggarakan Presiden juga dilakukan secara daring menggunakan video konferensi untuk bertatap muka. Belum ada rencana dalam waktu dekat untuk menggelar rapat dalam bentuk pertemuan fisik, sambil terus memantau perkembangan terkait penanganan COVID-19,” ujar Angkie.

Setiap warga tentu menginginkan hidup normal seperti sebelumnya. Namun, kata Angkie, ada konsekuensi yang harus diterima jika tetap melanjutkan aktivitas di tengah pandemi Corona.

“Hingga saat ini, pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terus melakukan langkah terukur untuk mengatasi pandemi virus SARS-CoV-2 di Indonesia dengan upaya maksimal yang melibatkan setiap kementerian dan lembaga, termasuk di dalamnya pemerintah daerah serta kelompok masyarakat melalui aksi solidaritas bersama,” tutur Angkie.[Aks]

Pos terkait