Iuran BPJS Kesehatan Naik-Turun, Warganet Merasa Kena Prank Jokowi

Silang Pemahaman Mudik-Pulkam Jokowi Dan Menhub, Aktivis: Makin Tampak Sumber Masalah Ada Di Kepala Negara
Presiden Joko Widodo dan Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: rmol.id)

Peserta BPJS Kesehatan merasa jadi korban bercanda alias ‘prank’ Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, awalnya iuran BPJS Kesehatan dinaikkan olehnya, lalu dibatalkan Mahkamah Agung (MA), sekarang dinaikkan lagi oleh Jokowi.

Banyak netizen protes dan merasa emosi dengan kenaikan iuran tersebut. Bahkan ada juga yang masih belum percaya dengan keputusan pemerintah yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah krisis pandemi COVID-19.

Baca Juga:  Update Corona RI 14 Oktober 2020: Kasus Positif Tambah 4.127, Total Jadi 344.749

Keluhan semacam itu terlihat di kolom komentar salah satu artikel berita detikcom yang berjudul ‘Akui Daya Beli Masyarakat Turun Kok Malah Naikkan BPJS, Pak Jokowi?’. Di sana mayoritas pembaca mengeluhkan hal serupa.

“Pliss beneran kan ini cuman Prank ?,” kata salah satu pembaca detikcom, Rabu (13/5/2020).

Ada juga yang merasa kecewa dengan Jokowi karena tega menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah pandemi krisis virus Corona (COVID-19).

Baca Juga:  Konflik Kepentingan Bisnis PCR, Jokowi Diminta Bertindak

“Anda telah melukai jutaan hati rakyat indonesia pak de ….,” ucapnya.

Bahkan ada yang mengibaratkan pemerintah sedang naik roller coaster, sehingga dalam membuat kebijakan naik-turun.

“Apa pemerintah sedang bermain rolercoaster ya . . . . up and down … up and down kebijakannya,” herannya.

“Tdk punya empati, udh dibatalin MK yg membuat rakyat bs bernafas sedikit. Ini dicekik lagi,” timpalnya.

Nah bagaimana menurut anda sendiri? Apakah iuran BPJS Kesehatan yang naik turun ini memberatkan? Sampaikan opini di kolom komentar.

Baca Juga:  Demokrat: Langkah Pemerintah Hanya Agar Kesannya Seolah-olah Sudah Bekerja Tangani Covid-19

Sumber: detik.com