Jokowi Marahi Menkes Terawan: Percepat Pencairan Dana Covid-19

Jokowi Umumkan RI Naik Kelas Dari Lower Middle Income Country Menjadi Upper Middle Income Country
Presiden Joko Widodo meninjau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis, (25/6/2020) (Foto: Biro Pers Setpres)

IDTODAY.CO – Presiden Jokowi meminta insentif tenaga medis untuk segera dicairkan. hal tersebut dimaksudkan untuk menjawab keluhan para tenaga medis yang sudah menjadi garda terdepan dalam penanganan virus ganas tersebut.

”Pembayaran pelayanan kesehatan untuk COVID-19 dipercepat pencairannya. Jangan sampai ada keluhan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Negara yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden pada Senin, 29 Juni 2020, sebagaimana dikutip dari Viva.co.id.

Bacaan Lainnya

presiden Jokowi meminta Kementerian Kesehatan untuk segera menyederhanakan peraturan demi memberikan pelayanan cepat dan tidak bertele-tele kepada para tenaga medis.

“Pembayaran klaim rumah sakit bisa secepatnya, insentif tenaga medis secepatnya, insentif petugas lab secepatnya. Kita nunggu apa lagi, anggarannya sudah ada,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut merupakan tindak lanjut dari sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020. Saat itu, presiden Jokowi marah-marah karena bidang kesehatan dianggarkan Rp 75 triliun tapi baru keluar 1,53 persen.

“Uang beredar ke masyarakat ke rem kesitu semua, segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi. Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan, segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp 70 triliun,” ucapnya waktu itu.

Bahkan,  Presiden Jokowi juga mengancam akan mengadakan reshuffle kabinet, kalau dibutuhkan, demi mempercepat penanganan covid 19 secara extraordinary

“Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” ungkapnya.[brz/nu]

Pos terkait