Jubir Wapres: Seandainya Vaksin Corona Tak Halal Tak Masalah, karena Darurat

Jubir Wapres: Seandainya Vaksin Corona Tak Halal Tak Masalah, karena Darurat
Ketua Komisi Infokom MUI Pusat Masduki Baidlowi dalam jumpa pers di kantor MUI Pusat, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).(Foto: KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA)

IDTODAY.CO – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan 2 poin penting terkait vaksin Covid-19. Menurut Ma’ruf, bila vaksin itu halal maka tidak ada problem bahkan itu bagus. Namun jika vaksin itu ternyata tidak halal maka tidak masalah sebab kondisinya darurat.

“Oleh karena itu, tadi juga dilaporkan oleh Pak Luhut ya bahwa vaksin ini bagaimana soal kehalalannya kepada Wapres. Maka Wapres menjelaskan hal yang penting jadi Wapres menjelaskan dua hal. Vaksin itu kalau halal ya bagus nggak ada problem, tetapi kalau misalnya tidak halal tidak masalah, karena itu dalam kondisi darurat sehingga kemudian apa namanya tidak masalah dipakai juga,” kata juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya, Jumat (2/10). Seperti dikutip dari detik.com (02/10/2020).

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Masduki usai pertemuan Ma’ruf Amin dengan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar hingga Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Dalam pertemuan itu, Luhut melaporkan mengenai perkembangan vaksin COVID-19.

“Yang pertama bahwa vaksin itu akan datang tak lama lagi sekitar bulan November mereka akan berangkat ke China untuk melakukan pengecekan terhadap vaksin yang akan dikirim ke Indonesia, pada tahap pertama kira-kira itu akan datang sebanyak 3 juta vaksin tapi 3 juta ini diperuntukkan bagi tenaga-tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan orang-orang yang selama ini berhadapan bertugas untuk menghadapi masyarakat semuanya terkait penanganan pandemi ini, baru berikutnya akan datang secara bergelombang sangat banyak,” ujar Masduki.

Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah akan meminta MUI untuk berkunjung ke Beijing terkait vaksin COVID-19 ini. hal itu dalam rangka untuk melakukan verifikasi terkait proses pembuatan vaksin di China.

“Dalam hal ini, kita akan minta MUI untuk ikut dalam tim kunjungan ke Beijing untuk memperoleh vaksin itu, sehingga prosesnya akan diverifikasi dari awal, jadi ada melibatkan tim fatwa dan tim LPPOM, ini yang akan memverifikasi apakah halal atau tidak, tapi itu tak akan menjadi hambatan apa-apa, karena kalau halal alhamdulillah prosesnya begitu saja, tapi kalau enggak halal pun enggak masalah karena darurat sehingga diperbolehkan jadi ini tak akan menghambat apapun. Itulah yang dijelaskan oleh wapres,” ujar Ma’ruf.

“Maka jangan ada anggapan kemudian proses kehalalan vaksin itu akan menghambat, itu sama sekali tidak menghambat karena sekali lagi saya tegaskan kalah tidak halal itu juga darurat, nggak masalah,” sambung dia.[detik/aks/nu]

Pos terkait