Juluki Joko Tjandra Sebagai Joker, Hinca Pandjaitan: Sekarang Sudah Habis, Momen Tepat Cari Tangan Lain

Hinca Pandjaitan
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo (kiri ke kanan), saat jumpa pers terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 di Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015). Demokrat menilai secara umum pelaksaan pilkada berlangsung aman dan lancar namun masih ditemukan tindak kecurangan yang dilakukan pasangan calon.(Foto: TRIBUNNEWS/HERUDIN)

IDTODAY.CO – Politisi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menjuluki Joko Tjandra dengan sebutan Joker atas aksinya “mengelabuhi” petugas dari berbagai instansi dalam pelarian dirinya.

Namun demikian, dia meminta pemerintah untuk tidak terlalu lama larut dalam euforia keberhasilan menangkap buronan kasus Cessie Bank Bali tersebut.

Bacaan Lainnya

“Djoko Tjandra itu saya sebut Joker. Ia bukan pembuka permainan. Ia hanya ikuti arus saja. Ia dipakai kala sang pemain utama terdesak. Sebab Joker bisa menjadi apa saja. Tapi sekali lagi, Joker bukan penggerak. Tapi Joker adalah penentu,” tulis Hinca seperti yang dikutip Suara.com, Jumat (31/7/2020).

Mantan Komisi III DPR RI ini  kemudian menduga penangkapan Djoko Tjandra memang sengaja dilakukan untuk mengganti dirinya dengan mengganti tangan lain yang lebih bisa menguntungkan.

“Sekarang kartu Joker sudah habis. Momen tepat untuk mencari tangan-tangan lain,” urai Hinca.

Lebih lanjut Mama Hinca Panjaitan meminta pemerintah untuk segera menanggapi beberapa “pertanyaan tersisa” yang mendesak untuk memperoleh jawaban.

“Mampukah kita menuntaskan sisa permainan ini? Oleh karena itu penangkapan ini jangan terlalu lama dirayakan, sebab masih banyak yang menjadi pertanyaan. Sekian,” Sambung Hinca.[suara/brz/nu]

Pos terkait