Kasetpres Ungkap Hacker Negara Lain Sempat Coba Retas Upacara HUT ke-75 RI

Kasetpres Ungkap Hacker Negara Lain Sempat Coba Retas Upacara HUT ke-75 RI
Upacara HUT ke-75 RI (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

IDTODAY.CO – Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan bahwa upacara  HUT ke-75 RI yang digelar secara virtual pada 17 Agustus lalu sempat di diserang hacker. Hacker tersebut berasal dari negara lain.

Heru menyampaikan hal itu dalam Webinar ‘Sekretariat Presiden Menyapa’ yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/10/2020).

Bacaan Lainnya

Pada mulanya Heru berbicara soal rumitnya saat menggelar acara HUT ke-75 RI lalu. Mengingat selain digelar secara offline, acara pada 17 Agustus tersebut juga digelar secara offline.

“Ya dobel (keribetannya), terutama kita, pertama kita kan harus membuat undangan online. Terus berikutnya kita harus mengecek dan kita juga harus menjaga agar di udara itu tidak ada yang menghack,” ujar Heru. Sebagaimana dikutip dari detik.com (27/10/2020).

Menurut Heru, menggelar acara kenegaraan secara virtual memiliki tantangan tersendiri dibandingkan secara offline. Tantangan tersebut salah satunya mengantisipasi serangan siber yang mencoba menyerang siaran tersebut.

“Ya kan, kalau kita offline sudah dicek fisik boleh masuk ke istana. Tapi ketika di udara kita harus menjaga dari hacker-hacker. Karena itu kita ada tim sendiri, kita libatkan tim penegak hukum untuk hadir menyisir sebelum masuk ke channel kita, mereka sudah dipagerin, dicek kembali,” paparnya.

Kemudian ia mengatakan bahwa pada 17 Agustus lalu, sempat ada hacker yang mencoba menyerang siaran peringatan HUT Kemerdekaan RI itu. Akan tetapi ia enggan untuk menjelaskan, dari mana hacker tersebut berasal.

“Bahkan ketika 17 Agustus juga ada, saya nggak sebutkan negaranya ya, ada dari negara tertentu mencoba menghack,” ungkap Heru.

Ia tidak menjelaskan serangan seperti apa yang dilakukan oleh sang hacker. Namun, dia memastikan, serangan itu dapat diatasi oleh tim siber yang ada sehingga peringatan 17 Agustus yang digelar secara virtual dapat berjalan dengan baik.

“Tapi kan sudah di-take out dulu oleh penegak hukum yang memang bertugas untuk itu,” katanya.

“Contoh menghack itu kan macem-macem. Contoh sesuatu yang kurang sopan dan lain-lain. Dan alhamdulilah ini bisa berjalan dengan baik,” imbuh Heru.[detik/aks/nu]

Pos terkait