Kemendikbud: Siswa yang Kesulitan Transportasi ke Sekolah Diminta Belajar Online

Kemendikbud: Siswa yang Kesulitan Transportasi ke Sekolah Diminta Belajar Online
Siswa kelas VII SMPN 1 Kota Jambi mengenakan masker dan pelindung wajah sebelum memasuki kelas pada hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 di Jambi. Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO

IDTODAY.CO – Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri meminta agar pihak sekolah dan dinas pendidikan supaya memperhatikan kondisi siswa, salah satunya jika mengalami kesulitan transportasi berangkat sekolah.

Menurut Jumeri, siswa yang kesulitan transportasi saat sekolah agar disarankan untuk belajar online dari rumah. Hal ini, kata Jumeri, bertujuan untuk mengantisipasi siswa berangkat sekolah dengan transportasi umum yang berisiko tinggi penularan virus corona.

Bacaan Lainnya

“Kami pastikan ke kadis (kepala dinas) kalau ada yang sulit transportasi, orang tua tak bisa mengantar, disarankan anak-anak ini tetap PJJ, sekolah wajib melayani mereka, termasuk ada orang tua belum yakin lepas anaknya ke sekolah, izinkan belajar dari rumah, sekolah akan layani ini dengan PJJ,” jelas Jumeri saat konferensi pers, Kamis (13/8). Seperti dikutip dari kumparan (13/08/2020).

Ia juga memastikan bahwa izin yang menentukan apakah anak itu boleh sekolah secara tatap muka atau tidak adalah orang tuanya.

“Ini yang kita tawarkan dalam memilih pendidikan. Orang tua yang paling berwenang apakah putra-putrinya boleh. Termasuk kalau yang sekolah di zona kuning, peserta didik (tinggal) di zona merah, sebaiknya enggak berangkat sekolah dulu, tapi belajar dari rumah,” kata Jumeri.

Selain itu, Jumeri meminta untuk sekolah-sekolah yang akan melakukan KBM secara tatap muka agar betul-betul mempersiapkan semuanya secara teliti. Seperti pembatasan jam belajar, protokol kesehatan, hingga antisipasi terjadinya kerumunan siswa dan guru.

“Jumlah jam belajar tidak sebanyak belajar biasa, (hanya) 4 jam. Beri relaksasi siswa untuk bertemu bapak ibu guru. Interaksi guru, siswa dan kami pastikan kantin tidak dibuka dulu agar tak ada kerumunan, anak-anak diminta bawa makanan dari rumah,” pungkasnya.[kumparan/aks/nu]

Pos terkait