Kerap Marah-marah, Fadli Zon Sarankan Risma Ikut Terapi

Kerap Marah-marah, Fadli Zon Sarankan Risma Ikut Terapi
Wali Kota Tri Rismaharini tengah tidur di ruang tunggu penumpang Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/2/2017)/INSTAGRAM @FUADBENARDI

IDTODAY.CO – Aksi marah-marah Menteri Sosial Tri Rismaharini kepada seorang Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Gorontalo mendapatkan kritikan dan kecaman dari berbagai pihak.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon ikut mengkritik. Ia menganggap perilaku Risma sudah keterlaluan untuk sekelas pejabat negera seperti seorang menteri.

“Perilaku marah-marah di depan publik dengan kekerasan verbal ini sudah melampaui batas,” kecam Fadli, Minggu.

Baca Juga:  Nabil Haroen: Terapkan Peraturan New Normal, Pemerintah Tidak Boleh Lengah

Ketua BKSAP DPR ini juga menilai aksi marah-marah yang dilakukan mantan wali kota Surabaya ini tidak menyelesaikan masalah yang ada. Justru membuat kegaduhan baru.

Karena perilaku ini kerap dilakukan, Fadli menyarankan kepada Risma untuk melakukan terapi. “Sebaiknya segera ikut terapi “anger management” (manajemen kemarahan),” sarannya.

Seperti diketahui, aksi marah-marah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kepada seorang Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Gorontalo pada Jumat (1/10/2021) viral di media sosial.

Baca Juga:  Curhat Atas Penolakan Warga, Petugas Medis: Mohon Dengan Sangat, Kami Juga Manusia

Sebuah video singkat memperlihatkan aksi Mensos Risma marah-marah ketika rapat bersama pejabat Provinsi Gorontalo terkait distribusi bantuan sosial (bansos).

Mensos Risma terlihat mengacungkan pena pada seorang pendamping PKH di Gorontalo ketika pihaknya dtuding disebut mencoret data penerima bansos sehingga bantuan tak tepat sasaran.

Pendamping PKH tersebut kemudian didatangi Mensos Risma. Lalu, Risma mengarahkan pulennya ke dada petugas itu sambil berkata keras. “Jadi bukan kita coret ya! Kamu tak tembak ya, tak tembak kamu!”

Baca Juga:  Said Didu Pertanyakan Status Indonesia yang Pemimpinnya Lebih Pentingkan Bebek Daripada Rakyat

Sumber: telusur