Kesal Anies Kalah Soal Reklamasi, Aktivis: Hukum Hanya Tunduk Kepada Penguasa

  • Whatsapp
Kesal Anies Kalah Soal Reklamasi, Aktivis: Hukum Hanya Tunduk Kepada Penguasa
Foto: Moh Naufal Dunggio (FB Moh Naufal)

IDTODAY.CO – Aktivis Muhammadiyah Moh Naufal Dunggio menyatakan kekalahan Anies Baswedan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PT TUN) soal reklamasi di pantai utara Jakarta menjadi indikasi kuat pengadilan tunduk ke 9 naga dan uangnya tak berseri.

“Pengadilan terbeli kepentingan aseng di ibu kota,” kata Naufal sebagaimana dikutip dari Suaranasional.com (15/5/2020).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Bakal Dapat Tanda Jasa dari Jokowi, Ini Kata Fahri Hamzah

Naufal berpendapat, keputusan PT TUN untuk melanjutkan reklamasi di pantai utara Jakarta memunculkan negara dalam negara.

“Keberadaan pulau reklamasi makin memudahkan orang-orang China masuk ke Indonesia tanpa dokumen resmi. Mereka membangun komunitas di pulau reklamasi dengan aturan sendiri dan tanpa bisa diintervensi oleh negara,” terangnya.

Bukan hanya itu, dilanjutkannya reklamasi di pantai utara Jakarta merupakan penjajahan baru terhadap bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Hasto kristiyanto Bocorkan Strategi PDIP di Pilkada 2020

“Kedaulatan bangsa terancam dan tinggal di ujung tanduk,” tegas Naufal.

Naufal menegaskan bahwa Anies Baswedan akan mendapatkan dukungan penuh dari rakyat apabila melakukan perlawanan hukum terhadap keputusan PT TUN tersebut.

“Rakyat akan mendukung Anies melawan keputusan PT TUN yang menguntungkan 9 Naga itu,” kata Naufal.

Iapun dibuat heran dengan kebijakan presiden Jokowi yang menaikkan iuran BPJS dan jelas-jelas melanggar putusan Mahkamah Agung, tapi kenapa marah Anies Baswedan yang dipaksa tunduk pada keputusan PT TUN.

Baca Juga:  Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur

Padahal, menurutnya, keputusan tersebut merugikan bangsa dan negara  dan sarat kepentingan taipan pendompleng penguasa.

“Ini negara aneh, hukum hanya tunduk kepada penguasa,” pungkasnya.[Brz]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.