Ketua MPR Minta Pemerintah Pertimbangan Penundaan Pilkada 2020 Jika Corona Terus Naik

Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo terpilih menutup sidang sidang usai pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). (tirto.id/Andrey Gromico)

IDTODAY.CO – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah mempertimbangkan penundaan kembali jadwal Pilkada 2020 jika kasus corona terus naik.

“Mendorong pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri, KPU, terus memantau dan mengawasi perkembangan kasus COVID-19 di 45 daerah penyelenggara, dan daerah-daerah lainnya yang menyelenggarakan Pilkada di seluruh Indonesia, agar apabila situasi pandemi masih terus mengalami peningkatan, untuk dipertimbangkan secara matang mengenai pengunduran jadwal pelaksanaan Pilkada 2020,” kata Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (13/9).  sebagaimana dikutip dari kumparan (13/09/2020).

Bacaan Lainnya

Bamsoet meminta agar pemerintah tidak memaksakan menggelar Pilkada 2020 jika kondisi pandemi corona tidak memungkinkan. 

“Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kemendagri dan KPU, untuk tidak memaksakan Pilkada dilaksanakan tahun 2020 apabila situasi cukup riskan, dikarenakan kesehatan masyarakat saat ini wajib menjadi prioritas bersama,” ujar Waketum Golkar ini.

Lebih lanjut, Bamsoet meminta agar penyelenggara Pilkada dan Satgas COVID-19 serta Pemda setempat untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat Pilkada 2020 meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Langkah ini penting untuk mencegah terbentuknya klaster corona di Pilkada 2020.

Ia kemudian mendorong Kemendagri dan KPU untuk mengevaluasi seluruh tahapan Pilkada 2020 yang sudah berlangsung. Sebab, banyak pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pilkada 2020. 

“Sehingga perlu diambil sikap tegas dari awal apabila pelanggaran masih berpotensi banyak dilakukan dalam berbagai tahapan Pilkada ke depannya,” tutup Bamsoet.[kumparan/aks/nu]

Pos terkait