Ketua MPR: Presiden Jokowi Tak Tahu Apa-Apa Soal…

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara Mata Najwa, Rabu (22/4/2020). Saat ini Jokowi memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Keputusan itu mengundang polemik. (Foto: Twitter @MataNajwa)

IDTODAY.CO – Ketua MPR Bambang Soesatyo memastikan Presiden Joko Widodo tidak bertanggung jawab soal polemik lelang motor listrik di Konser Virtual: Berbagi Kasih Bersama Bimbo “Bersatu Melawan Corona” pada Minggu 17 Mei 2020 lalu.

“Saya ingin menyampaikan jujur saja saya sampai tidak enak hati kepada Bapak Presiden dengan Setneg (Sekretariat Negara) karena sebenarnya beliau tidak tahu apa-apa. Beliau hanya ingin membantu gagasan para seniman dan para pekerja seni yang sebelumnya datang pada saya,” ungkap Bamsoet di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga:  Menkeu Prediksi Pendapatan Negara Anjlok 10%, Komisi IX DPR: Jangan Korbankan Dana Desa!

Bamsoet menjelaskan tanda tangan yang dibubuhkan di motor listrik merupakan bukti bahwa Presiden Jokowi mendukung penuh kegiatan konser virtual agar berjalan sukses sekaligus bisa membantu rakyat yang terdampak pandemi virus corona.

“Saya atas nama seluruh panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Presiden, kepada Setneg. Kalau ada pihak yang disalahkan saya orangnya, saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan bukan yang lain. Karena saya adalah penanggung jawab acara ini,” tegas Bamsoet.

Baca Juga:  Antisipasi Covid-19, 28 Perjalanan KA Jarak Jauh Periode 1 April-1 Dibatalkan

Olivia Zalianti, artis yang bertindak sebagai penggagas konser dan lelang untuk donasi bantuan penanganan Covid-19 tersebut juga turut meluruskan sejumlah hal terkait kegiatan itu. Terkait polemik identitas pemenang lelang sebelumnya, Olivia memastikan prosedur yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama Bapak Presiden untuk simpang siurnya berita ini. Setelah acara, kami memverifikasi, menelepon kepada pemenang ternyata teleponnya ini tidak bisa dihubungi atau tidak aktif,” jelas Olivia.

Baca Juga:  Jokowi Beri Arahan Gugus Tugas Penanganan COVID-19: Jika Kasus Baru Corona Naik, Kita Langsung Perketat

Partner Sindikasi Konten: WARTAEKONOMI.CO.ID