Korbannya Jenderal sampai Nakes, Densus 88 Harus Segera Tangani Teror KKB Papua

Korbannya Jenderal sampai Nakes, Densus 88 Harus Segera Tangani Teror KKB Papua
Foto: Ketimbang terkesan sasar Umat Islam Densus 88 disarankan tangani KKB Papua/Net

IDTODAY.CO – Sudah terlalu banyak korban jatuh di Papua, seharusnya membuat Detasemen Khusus anti Teror 88 Polri turun tangan ke Bumi Cendrawasih.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengatakan, ketimbang menangani dugaan teror yang kesannya menyasar umat Islam lebih baik menindak kelompok kriminal bersenjata Papua.

Argumentasi Andi, jika membandingkan efek destruksi, KKB Papua jauh lebih berbahaya. Alasannya, tidak hanya berdimensi kriminal tetapi sudah masuk kategori makar.

Baca Juga:  Tjahjo Kumolo Tegaskan ASN Tetap Dapat Hak Pilih

“Sudah terlalu banyak korban yang jatuh, dari jenderal sampai tenaga kesehatan (Nakes). Kesan yang ada saat ini bahwa Densus 88 justru lebih fokus kepada menangani dugaan kasus teror yang dilakukan oleh umat Islam,” demikian penjelasan Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (19/11).

Lebih lanjut, Andi menyarankan Densus agar segera menyusun desain cara untuk menghadapi tindakan teror KKB Papua. Termasuk penegakan hukum yang terjadi di Papua.

Baca Juga:  Efek Corona, RI Gelontorkan Rp80 Triliun Bangun Kemandirian Kesehatan Nasional

“Kasus papua tidak sekadar persoalan gangguan keamanan karena faktor eksternal dan upaya pemisahan diri dari NKRI tetapi juga sangat kental tindakan terornya,” pungkasnya.

Terbaru, Densus 88 menangkap 3 Ustaz di Bekasi, Jawa Barat. Salah satunya Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ahmad Zain an Najah.

Tiga orang itu diduga terafiliasi ke dalam kelompok Jamaah Islamiyah.

Sumber: rmol.id