Lockdown Manila, Yusril: Jokowi Harus Berani Meniru Dutarte

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra, Foto: WartaKotaLive

IDTODAY.CO – Presiden Filipina, Duterte diberitakan akan melakukan langkah tegas untuk menyelamatkan warga negaranya  dari ancaman  Covid-19 dengan cara lockdown atau menutup akses kota Manila untuk sementara waktu. Langkah tersebut diambil Dutarte untuk memutus penyebaran virus corona generasi baru tersebut. 

Sebagaimana isi cuitan Yusril Ihza Mahendra di akun Twitternya, Kamis (12/3).

Menurut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), tindakan terbut diambil lantaran rumah Sakit yang ada di Manila belum memiliki fasilitas yamg memadai untuk manangani melonjaknya jumlah penderita Covid-19. Sebagaimana dikutip dari RMOL.id pada Maret, 12, 2020.

Baca Juga:  Aksi Tolak RUU HIP Yang Diwarnai Pembakaran Bendera PDIP, Ari: Pintu Masuk Upaya Menjatuhkan Jokowi

Beliau berpendapat, Presiden Joko Widodo  perlu mempertimbangkan langkah pencegahan sebagaimana diambil Presiden Duterte.

“Kita harus jujur dan berani seperti Duterte yang mengakui bahwa RS di negaranya belum siap menampung korban yang melonjak, sehingga ia mengambil langkah pencegahan yang maksimal,” ujar Yusril.

Yusril menyerukan kepada masyarakat untuk tidak panik dalam enghadapi lonjakan jumlah penderita covid-19 yang semakin tidak terkendali.  Akan tetapi hal itu perlu didukung demgan langkah sigap pemerintah dengan membuat kebijakan darurat untuk menanggulangi semakin meluasnya penyebaran virus mematikan tersebut.

Baca Juga:  China Buka-bukaan Gaji Tenaga Kerjanya di RI yang Mencapai $30,000, Pekerja Lokal Berapa?

“Lonjakan penderita tiap hari meningkat tajam. Apakah kita harus menunggu sampai kita tidak mampu lagi melakukan penanggulangan?” Lanjut beliau.

Mantan Ketua Tim Hukum Jokowi-Amin ini juga menyoroti kegiatan belajar mengajar di tanah air yang tetap berjalan normal ditengah ancaman virus  corona. Pemandangan tersebut terkesan menggambarkan ketidak seriusan pemerintah dalam menangani corona.  “Saya menyarankan Pemerintah menangani Covid-19 mirip seperti tanggap darurat bencana alam. Kalau dana kesehatan tidak cukup, maka perlu dilakukan pembahasan untuk alokasikan dana tanggap darurat bencana alam,” tutup beliau.

Baca Juga:  Berharap Tingkatkan Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi, Pemerintah Perpanjang Bansos Tunai, Prakerja, dan UMKM hingga 2021

Sumber: rmol.id
Editor: Bahrur Rozy