Mahfud MD: Papua Tidak Butuh Tambahan Petugas Keamanan

  • Bagikan
Mahfud md
Foto: Kompas.com

IDTODAY.CO – Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan menegaskan bahwa Pemerintah akan menjamin keamanan Papua sesuai dengan prosedur yang ada terkait kasus mengungsinya ribuan warga Distrik Tembagapura ke Timika,  akibat aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Konkritnya ada prosedurnya, pokoknya menjamin,” ucap Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (10/3/2020). sebagaimana dilansir dari Kompas.com pada Maret, 11, 2020.

Baca Juga:  Soroti Gelar Menkeu Terbaik Sri Mulyani, Fadli Zon: Penilaian Asing Hanya Dari Luarnya Saja

Mahfud mengatakan, TNI-Polri yang bertugas telah memiliki prosedur tetap (protap) dalam pegamananan Distrik Tembagapura telah dilakukan.

Oleh karenanya beliau menyampaikan bahwa masalah di Tembagapura, cukup ditangani oleh pihak berwajib yang sudah disiagakan disana  . “Biar diselesaikan di sana, kan ada protapnya di sana,” ungkap beliau.

Seiring terus terjadinya rangkaian teror pengamanan wilayah Tembagapura tidak membutuhkan tambahan personel keamanan. “Engga, tadi rapat endak (tambah pasukan), menyatakan cukup,” kata Mahfud.

Baca Juga:  ICW Desak Pimpinan KPK Donasikan Gajinya 100 Persin Untuk Korban Corona

Dalam pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa para pengungsi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, terus mengalami tambahan yang cukup signifikan.

“Perlu diketahui bahwa total warga masyarakat yang telah diturunkan ke Timika dari Distrik Tembagapura sejak 6-9 Maret 2020 sebanyak 1.572 jiwa,” terang Irjen Paulus Waterpauw, melalui rilis, Senin (9/3/2020) sebagaimana dilansir dari Kompas.com pada Maret, 11, 2020.

Menurut Irjen Waterpauw para penduduk tersebut tidak mengungsi, hanya pergi sementara dari rumah mereka untuk mengantisipasi gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sering mengusik ketenangan mereka.  “Mereka punya pengalaman beberapa tahun yang lalu terutama kaum perempuan dan anak–anak, mereka mengalami kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata,” tutup Waterpauw..(Kompas/BRZ)

Baca Juga:  Dalam Sebulan, Total Utang Pemerintah Naik Rp 86 Triliun
  • Bagikan