Menag ke Pesantren: Kami Akan Bantu Apa Saja yang Kami Bisa!

  • Whatsapp
Menag ke Pesantren: Kami Akan Bantu Apa Saja yang Kami Bisa!
Jenderal (Purn) Fachrul Razi datang ke Istana memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Foto: KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM)

IDTODAY.CO – Beredar pemberitaan terkait Pesantren menjadi kelas terbaru penyebaran covid-19. Karenanya, Menteri Agama Fachrul Razi mendesak pengurus pondok pesantren yang menemukan kasus Covid-19 di lingkungannya agar segera memberikan laporan ke Kementerian Agama.

“Belakangan kami melihat ada beberapa pesantren yang terkena, kami anjurkan kepada mereka agar jangan diam-diam saja. Kalau ada yang terkena atau menjadi klaster segera lapor ke Kementerian Agama. Segera akan kami datangi dan bantu,” kata Fachrul, di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Indopolitika.com (2/9/2020)

Terkait hal tersebut, Fakhrul Razi menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat bila memperoleh laporan adanya klaster Covid-19 di pesantren. “Kami akan bantu apa saja yang kami bisa. Misalnya dari mulai obat-obatan, disinfeksi lingkungan pondok pesantren, atau membantu dana, hingga berkoordinasi untuk menurunkan tim kesehatan ke sana,” tutur Fachrul.

Baca Juga:  Arief Poyuono: Isu PKI Bohong! Aneh, Karena Hanya Muncul Di Era Jokowi

“Jadi, kalau ada yang positif (Covid-19), jangan diam-diam saja. Segera lapor, sehingga bisa segera kita atasi. Pasti pemerintah akan membantu,” sambungnya.

Fachrul Razi menyampaikan, sebelumnya Kementerian Agama telah menyampaikan empat syarat utama yang harus dipenuhi pesantren bila ingin mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

“Pertama, lingkungan madrasah/pesantren aman Covid. Kedua, guru atau ustadz nya aman covid. Ketiga, santrinya aman Covid, dan keempat selalu menerapkan protokol kesehatan,” urai Menag.

“Bila menerapkan empat hal tersebut, insyaAllah semuanya akan aman. Ini sudah dilakukan oleh banyak pesantren kita,” tegas Menag.[indopolitika/brz/nu]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.