Mendagri Tito Sebut Vaksinasi Corona Massal Bisa Dilakukan Hingga 2022

Mendagri Tito Karnavian (kanan) menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11). (Foto: Dok. Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian (kanan) menyampaikan paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11). (Foto: Dok. Kemendagri)

IDTODAY.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahw penggunaan vaksinasi secara massal dapat dilakukan hingga  2022 bahkan 2023.

“Karena ini menyerang semua umur, maka vaksin digunakan untuk semua warga, sehingga produksi massal membutuhkan waktu berbulan-bulan dan vaksinasi juga berbulan-bulan sampai 2022, bahkan 2023,” kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI yang digelar secara fisik dan virtual, Rabu (27/5). Sebagaimana dikutip dari detik.com (27/05/2020).

Baca Juga:  Tegas, Meski Status Belum Jelas, Warga 3 Desa di Nunukan Tolak Gabung Malaysia

Sebenarnya rapat kerja dengan Komisi II itu membahas soal penyelenggaraan Pilkada 2020. Skenario awal pemerintah, pilkada tersebut digelar pada 2021 sampai penyebaran virus Corona benar-benar bisa dikendalikan.

Namun demikian, menurut Tito, vaksin Corona paling cepat ditemukan pada 2021. Setelah itu penggunaan vaksin secara massal baru bisa dilakukan.

“Kita waktu itu skenarionya 2021 itu aman sehingga ada keinginan untuk menggeser (waktu penyelenggaraan pilkada). Kita cari aman 2021. Tapi, dari kita lihat tren dunia, semua yang sudah melakukan uji coba, trial untuk vaksinasi segala macam, termasuk Indonesia, hampir semua mengatakan paling cepat pertengahan 2021 (vaksin Corona) baru ditemukan,” jelasnya.

Baca Juga:  Partai Demokrat Ke Mahfud MD : Yang Buat Stres Bukan PSBB, tapi Negara Tak Jamin Biaya Hidup

“Baru kemudian proses masif testing, clinical, dan kemudian mass production sendiri, karena melibatkan miliaran orang dan melaksanakan vaksinasi bisa setahun sehingga 2022,” imbuhnya.

Menurut Tito, tidak ada yang bisa menjamin pada 2021 kondisi Indonesia benar-benar aman dari Corona. Karena itu, pemerintah mengusulkan agar pilkada digelar pada Desember 2020 mendatang.

“Kalau kita ada opsi ke 2021, ya, mungkin situasi masih seperti ini, sehingga tidak menjamin, tidak pasti bahwa 2021 akan aman. Karena itu, memang ini memperkuat argumentasi skenario, kita optimis (pilkada bisa digelar) di tahun… Desember 2020,” terang Tito.[Aks]

Baca Juga:  Natalius Pigai Bantah Rasis, Tantang Jokowi dan Ganjar Laporkan Dirinya