Menkeu: Saya Sebagai Pejabat Publik Jadi Putar Otak Lima Kali Lebih Keras

Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

IDTODAY.CO – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kekecewaannya terhadap media online yang seringkali memberikan pemberitaan yang tidak sesuai antara judul dengan isinya (click bait).

Bahkan, dirinya mengaku sering menjadi korban atas pemberitaan tidak tepat dari surat kabar yang hanya mengejar jumlah hits pembaca semata.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam pembukaan Kongres 2 Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan tema “Membangun Ekosistem Media Siber Berkelanjutan” secara virtual, Sabtu (22/8/2020).

“Saya sering jadi victim (korban) judul media. Kadang perasaan saya tidak bicara itu, tapi kok muncul di judul media. Kadang juga saya bicara kontroversial sedikit, dijadikan judul. Saya sebagai pejabat publik jadi kadang putar otak lima kali lebih keras. Ini jangan sampai jadi click bait. Jadi khawatir, karena tidak ingin distorsi omongan yang dikeluarkan. Padahal baik,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com

Namun demikian, Sri Mulyani mengaku memaklumi semua pemberitaan negatif terkait dirinya. Pasalnya Sri Mulyani mangaku sadar hal tersebut merupakan risiko sebagai pejabat publik jika pernyataannya menjadi konsumsi media.

Hal tersebut lantaran menjadi biang penyebaran hoax yang berpotensi menjadi pemecah belah masyarakat karena Misorientasi yang terjadi dan dapat membahayakan keselamatan negara.

lebih lanjut, Sri Mulyani menyinggung Amerika serikat yang juga kelimpungan menghadapi penyebaran berita hoax meskipun sudah menerapkan demokrasi sejak 200 tahun yang lalu. 

“Sebelum meng-upload, cek fakta. Sehingga kita bisa memerangi, mengurangi distorsi yang ada dalam public space,” imbuhnya.[beritasatu/brz/nu]

Pos terkait