Menko Marves: Bayangkan, Gantungan Baju Saja Kita Masih Impor

Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).(Foto: Humas Kemenko Maritim dan Investasi)

IDTODAY.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku geram dengan banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia. pasalnya, barang seperti gantungan baju sekalipun masih saja didatangkan dari luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut di hadapan para dosen dari berbagai universitas dalam tayangan virtual Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Sabtu, 24 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

“Anda bisa bayangkan gantungan baju saja kita masih impor,” kata Luhut sebagaimana dikutip dari fajar.co.id (25/10)

Luhut minta kepada lembaga kebijakann pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) untuk menghentikan impor barang yang di Indonesia bisa dibuat oleh UMKM.

“Saya bilang sama LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), ngapain itu impor-impor semua. Suruh saja bikin di dalam negeri. Itu kan bukan rocket science. Kenapa enggak bisa?,” ucapnya.

Luhut berpendapat,Indonesia selama puluhan tahun selalu bergantung pada hasil alam yang saat ini sedang diupayakan oleh pemerintah untuk mengurangi eksploitasi sumber daya tersebut.

“Kekayaan alam kita selalu bergantung selama puluhan tahun, nah kita gak mau lagi seperti ini. Indonesia mau menambah value added, menciptakan lapangan kerja, teknologi, kemudian juga pajak dan value added pada kita semua,” urainya.

Bahkan, Luhut menegaskan bahwa banyak kementerian/lembaga (K/L) yang justru memanfaatkan barang impor ketika belanja kebutuhan.

“Jadi kita punya dana Rp200 triliun buat program pembelanjaan seperti ini. Banyak oleh kementerian/lembaga (K/L) hanya impor saja, tidak menggunakan produk dalam negeri. It’s take of live. Jadi, kesempatan ini kita lakukan semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ruhut menegaskan bahwa pemerintah sedang melakukan upaya besar untuk menghentikan kebiasaan impor. Karenanya, pemerintah sedang menggalakkan untuk memaksimalkan pengolahan kekayaan alam Indonesia di dalam negeri.

“Pemerintah lakukan reformasi untuk membuat Indonesia lebih efisien, menciptakan 2,9 juta lapangan kerja setiap tahun seperti yang dilakukan Pak Presiden kemarin itu,” tandas Luhut.[fajar/brz/nu]

Pos terkait